Tari Aer Ulak adalah tarian suku bangsa Taminang yang tinggal di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Timur. Tarian khas suku Taminang ini adalah bagian dari upacara peramalan dan hanya ditarikan oleh penari pria dalam kelompok tujuh orang.
No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Tari Aer Ulak adalah tarian suku bangsa Taminang yang tinggal di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Timur. Tarian khas suku Taminang ini adalah bagian dari upacara peramalan dan hanya ditarikan oleh penari pria dalam kelompok tujuh orang. Di dalam tarian ini terdapat seorang Datu (guru) dengan para pengikutnya yang disebut Sida. Berikut gambaran jalannya upacara:
"Datu dengan para sida-nya menyiapkan nyamu (sajian) terdiri atas ramu-ramuan untuk kekuatan gaib yang nantinya diharapkan akan memberikan isyarat atau alamat kepada orang-orang yang melakukan upacara tersebut. Nyamu dibawa ke tengah ruangan rumah untuk diberi asap dupa kemenyan dan dimantrai oleh Datu dan para Sida. Kemudian dengan gerak tari tertentu Datu dan para Sida membawa lancang (tempat saji) ke tepian sungai, kuala atau laut, dan melepaskannya dengan iringan mantra.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Aer Ulak”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Aer Ulak is traditional dance from West Sumatera, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 1