Family unrecorded

Ampyang Maulid

Indonesia

Ampyang Maulid adalah sebuah perayaan di Kabupaten Kudus yang dilaksanakan oleh masyarakat Loram Kulon guna memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Ampyang Maulid+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Ampyang Maulid

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Ampyang Maulid adalah sebuah perayaan di Kabupaten Kudus yang dilaksanakan oleh masyarakat Loram Kulon guna memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
EtimologiAmpyang Maulid terdiri dari dua kata yaitu Ampyang dan Maulid.
TujuanKarakteristik Ampyang Maulid dapat diartikan sebagai perayaan yang bernuansa da’wah Islamiyah yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Loram Kulon dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Masjid Wali…
PerkembangannyaTradisi Ampyang di desa Loram Kulon memiliki ciri khas dan keunikan yang telah ada sejak zaman Tjie Wie Gwan.
AcaraOleh masyarakat Desa Loram Kulon pada waktu event itu kerupuk tersebut dijadikan sebagai hiasan sebuah tempat makanan berbentuk persegi empat, terbuat dari bambu, kayu dengan bentuk tempat Ibadah agama Islam seperti…
Common Questions Answered on Record
What is Ampyang Maulid in plain words?

Ampyang Maulid adalah sebuah perayaan di Kabupaten Kudus yang dilaksanakan oleh masyarakat Loram Kulon guna memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Where is Ampyang Maulid practised or documented?

Sources on this page place Ampyang Maulid in Indonesia.

What is the current condition of Ampyang Maulid today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Ampyang Maulid entry?

Cite as: "Ampyang Maulid." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/ampyang-maulid, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Ampyang Maulid adalah sebuah perayaan di Kabupaten Kudus yang dilaksanakan oleh masyarakat Loram Kulon guna memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Ampyang maulid menjadi salah satu budaya yang dilestarikan sampai sekarang dan diperingati setiap tanggal 12 Robi’ul Awwal. Pada peserta acara ini meliputi musholla-musholla serta dukuh yang berada di kawasan Loram Kulon. Namun lama kelamaan tradisi ini justru makin berkembang sehingga menyebabkan para peserta bertambah, mulai dari madrasah-madrasah bahkan organisasi serta lembaga-lembaga luar Loram Kulon. 1

Etimologi

Ampyang Maulid terdiri dari dua kata yaitu Ampyang dan Maulid. Menurut sesepuh Desa Loram Kulon Ampyang adalah jenis kerupuk yang terbuat dari tepung, berbentuk bulat dengan warna yang beraneka macam. Sedangkan kata Maulid adalah berasal dari bahasa Arab Walada menjadi bentuk masdar Maulidan yang artinya kelahiran. Jadi kata Ampyang bila dirangkai kata Maulid sehingga menjadi Ampyang Maulid mempunyai arti makanan yang ditata sedemikian rupa dalam suatu wadah yang unik, yang diusung oleh Masyarakat pada perayaan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Masjid Wali Loram Kulon. 1

Tujuan

Karakteristik Ampyang Maulid dapat diartikan sebagai perayaan yang bernuansa da’wah Islamiyah yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Loram Kulon dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Masjid Wali Loram Kulon. 1

Perkembangannya

Tradisi Ampyang di desa Loram Kulon memiliki ciri khas dan keunikan yang telah ada sejak zaman Tjie Wie Gwan. Namun pada zaman penjajahan Belanda, dilanjutkan zaman penjajahan jepang tahun 1941-1945 tidak dapat dilaksanakan karena kondisi dan situasi politik yang berakibat krisis panjang mpada masa itu. Menjelang timbulnya gerakan partai komunis Indonesia(PKI) sampai masa akhir G 30 S PKI, tradisi ampyang ini sempat terhenti juga karena situasi politik. Dalam perkembangannya tahun 1995 M tradisi ampyang ini kembali dilaksanakan sebagai syiar agama islam. 1

Acara

Oleh masyarakat Desa Loram Kulon pada waktu event itu kerupuk tersebut dijadikan sebagai hiasan sebuah tempat makanan berbentuk persegi empat, terbuat dari bambu, kayu dengan bentuk tempat Ibadah agama Islam seperti miniatur Masjid, Musholla, Rumah adat dan lainnya yang bagian pojoknya diberi hiasan spesifik bunga “Jambul” yaitu bambu yang diserut hingga mlungker-mlungker (melingkar-lingkar) kemudian diberi berbagai macam warna 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Ampyang Maulid”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Ampyang Maulid is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 2 external registers, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Ampyang Maulid · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.