Bangbarongan (aksara Sunda: ᮘᮀᮘᮛᮧᮍᮔ᮪) adalah permainan dan kesenian yang menampilkan tarian barong atau binatang di Budaya Sunda. Penari bangbarongan yang terdiri dari satu orang memainkan karakter barong dengan mengenakan topeng kayu dan kostum karung goni. Tempat asal bangbarongan adalah Ujungberung, Bandung, dan juga ada di Kampung Tarikolot, Desa Cikeusal, Kecamatan Luragung dan Cidehu serta Ciledug, Jawa Barat. Di sana, kesenian ini dimainkan sebagai hiburan untuk memeriahkan acara-acara khusus seperti sunatan atau hari kemerdekaan Indonesia. Penari bangbarongan menari diiringi permainan musik dan selalu menjadi tontonan populer.
Bangbarongan ditemani oleh seorang ronggeng atau badut yang membuat lawakan kepada penonton. Jenis bangbarongan ada banyak menurut hewannya, antara lain buburokan, mamacanan, gagajahan, momonyetan, dan kukudaan (kuda lumping). Alat musik (waditra) yang dimainkan untuk memeriahkan bangbarongan antara lain genjring (rebana), bedug (jidur) dan biola. Beberapa penari bangbarongan yang asli biasanya ada yang kerasukan, tetapi sekarang anak-anak pun dapat menampilkannya hanya untuk bermain-main. Sekarang, kesenian ini sudah langka dan jarang dipentaskan. Di Ujungberung, bangbarongan bersama dengan kesenian tradisional Sunda yang lainnya ditampilkan dalam Festival Ujungberung. 1
Lihat pula
Benjang
Bengberokan
Kuda renggong
Sisingaan 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Bangbarongan”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Bangbarongan is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2