The tradition & historical record
4 min read · 2 sourcesBarong Banyuwangi adalah kesenian Barong asal Banyuwangi. Kesenian ini diyakini sangat sakral, sehingga ada perlakuan khusus. 1
1. Kesenian Barong Versi 1
Pada tahun 1700an, Banyuwangi berada dibawah kekuasan kerajaan Bali. Sehingga banyak kebudayaan bali yang menyebar di Banyuwangi karena dibawa oleh para pejabat kerajaan Bali yang berkerja di Banyuwangi. adapun seni budaya dimaksud seperti Angklung Caruk di Banyuwangi berasal dari Rindik, Barong ket ketika di Banyuwangi digemari oleh masyarakat Banyuwangi hingga pada terjadi perubahan pada barong ket yang menjadi bernuansa Jawa Blambangan dengan menggunakan mahkota khas Jawa dengan ditambahkan Sayap pada badan Barong, diberi sayap pada barong menggambarkan bahwa Kerajaan Bali yang berhasil menguasai Bayuwangi, dalam arti Barong Ket merupakan Kerajaan Bali terbang menyebrangi selat Bali ke Banyuwangi seperti halnya dewa. Penampilan perdana barong jenis baru di Banyuwangi ini dilakukan di desa Kemiren, maka Barong ket versi Banyuwangi ini dikenal dengan barong Kemiren. Selain itu, di Banyuwangi yang juga terdapat orang-orang dari Ponorogo turut memberi pengaruh pada barong kemiren seperti penyebutan barong kemiren dengan nama Singo Barong, bila Barong Ket dari bali diiringi gamelan bali maka Barong kemiren menajdi diiringi gamelan reog. Bila di Reog terdapat tradisi Iker, pertunjukan berjalan memutari kampung-kampung seperti halnya Ngelawang di Bali tetapi dilakukan oleh Barong Bangkung Babi bukan Barong Ket. Maka tradisi memutari kampung-kampung ini turut dilakukan juga pada Barong Kemrien dengan sebutan Ider Bumi. selain itu cerita historis pada reog turut masuk pada barong kemiren, yang terkenal terkait Barong Lundoyo yang berdasarkan ceria Singo Barong Penguasa Kerajaan Lodaya. 1
2. Kesenian Barong Versi 2
Menurut Hasnan Singodimayan, budayawan setempat, kesenian barong Kemiren bercerita tentang gadis cantik bernama Ja'rifah, yang dijaga hewan bertubuh besar bermuka buruk—yang kemudian disebut barong—melawan penjajah. "Barong sangat setia kepada tuannya sehingga dianggap simbol kepahlawanan," tutur Hasnan.Kesenian barong Kemiren mirip kesenian barong di Bali. Kemiripan ini, menurut Hasnan, sangat wajar karena kedekatan kultur yang saling memengaruhi dalam sejarah hubungan antara Bali dan Banyuwangi. Bedanya, secara fisik ukuran barong Bali lebih besar dan tidak punya sayap. Menurut Hasnan, ada beragam versi tentang sejarah barong Kemiren. 1
3. Kesenian barong versi 3
Ada yang mengisahkan, barong bermula dari pertarungan dua bangsawan sakti dari Bali dan Blambangan. Mereka, Minak Bedewang dan Alit Sawung. Tanpa penyebab jelas, keduanya terlibat pertarungan hebat. Mereka bertarung tanpa henti hingga jangka waktu lama. Tak satu pun yang terluka. Masing-masing menggunakan wujud sakti yang mengerikan, seekor harimau besar dan burung garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suaranya menggelegar persis halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu tetap sama kuatnya. Hingga munculah suara aneh dari langit. Suara tanpa rupa itu mengingatkan agar menghentikan pertempuran. Keduanya diminta berdamai. Akhirnya, kedua wujud menyeramkan itu bersatu. Sejak itu, masyarakat Using memiliki wujud barong sebagai simbol kebersamaan. Diyakini, barong bisa mengusir pengaruh jahat,penyakit dan segala bahaya. Hingga kini, tarian Barong dan barong sangat disakralkan. Sebelum ditarikan, barong wajib diberi ritual khusus yaitu meminta izin ke buyut cili.Jika tidak, akan berbahaya bagi penari dan warga sekitar. Barong juga tidak sembarangan ditarikan. Ditarikan terutama untuk ider bumi atau selamatan desa. Nilai mistis barong tetap dijaga. Mereka yang berhak menari barong adalah orang pilihan alam. 1
Barong Kemiren
Adalah wujud dari barong kemiren yang mirip barong ket dengan topeng warna merah, hanya saja tidak menggunakan mahkota seperti bali melainkan menggunakan mahkota khas jawa dengan sayap dan bulu-bulu warna putih. Barong ini dimainkan 2 orang. 1
Barong Lundoyo
adalah wujud barong dengan topeng warna hijau dengan badan dihias bahan ijuk tanpa adanya mahkota, barong Lundoyo terinspirasi dari tokoh Singo Barong yang merupakan seorang raja dari kerajaan Lodaya. Dalam permainan barong ini sering terjadi kesurupan, Barong ini dimainkan 2 orang. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Barong Kemiren”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Barong Kemiren is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2