Family unrecorded

Bengberokan

Indonesia

Bengberokan atau berokan merupakan pertunjukan penolak bala mirip barongsai dari Tiongkok.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Bengberokan+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Bengberokan

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Bengberokan atau berokan merupakan pertunjukan penolak bala mirip barongsai dari Tiongkok.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
SejarahSeni pertunjukan topeng berokan ini konon diciptakan oleh Mbah Kuwu Cirebon Pangeran Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi yang mendirikan Kerajaan Cirebon di abad ke-15.
Bentuk KesenianBengberokan merupakan kedok yang dibuat dari kayu, yang bentuknya mirip dengan buaya.
Common Questions Answered on Record
What is Bengberokan in plain words?

Bengberokan atau berokan merupakan pertunjukan penolak bala mirip barongsai dari Tiongkok.

Where is Bengberokan practised or documented?

Sources on this page place Bengberokan in Indonesia.

What is the current condition of Bengberokan today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Bengberokan entry?

Cite as: "Bengberokan." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/bengberokan, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Bengberokan atau berokan merupakan pertunjukan penolak bala mirip barongsai dari Tiongkok. Topeng berokan merupakan seni pertunjukan rakyat yang tersebar di desa-desa sepanjang pesisir utara Jawa Barat, seperti di pesisir Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Topeng berokan mengambil wujud harimau, yaitu hewan yang dianggap mewakili mahluk dihormati sekaligus ditakuti. 1

Sejarah

Seni pertunjukan topeng berokan ini konon diciptakan oleh Mbah Kuwu Cirebon Pangeran Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi yang mendirikan Kerajaan Cirebon di abad ke-15. Pangeran Cakrabuana tidak lain adalah Pangeran Walangsungsang, yaitu putra pertama dari pasangan Prabu Siliwangi dengan Ratu Mas Subang Larang yang lahir tahun 1423. Ketika menyebarkan syiar Islam ke wilayah Galuh, Pangeran Cakrabuana menggunakan pertunjukan sebagai media syiar agama agar mudah diterima lingkungan budaya pada saat itu. Ada pendapat bahwa kata berokan berasal dari kata barokahan (keselamatan). Namun tampaknya keterangan tersebut hanya sebuah kirata (bahasa Sunda, yang artinya dikira-kira tetapi tampak nyata), sebuah gejala yang umum terjadi di dalam penamaan jenis seni rakyat. 1

Bentuk Kesenian

Bengberokan merupakan kedok yang dibuat dari kayu, yang bentuknya mirip dengan buaya. Warna kedoknya merah dengan mata besar yang menyala, dengan mulut dapat digerakkan (dibuka–tutup) sehingga menghasilkan bunyi "plak-plok". Tubuhnya terbuat dari bekas karung beras yang dijahit sedemikian rupa sehingga mampu menutupi pemainnya, dan mengesankan tubuh binatang yang besar dan berbulu (ditambahi ijuk dan serpihan tambang), kemudian disambung kayu yang dibuat mirip seperti ekor dengan warna belang-belang merah putih, runcing sehingga ujungnya mirip ekor ikan cucut. Berokan biasanya dimainkan secara bergantian. Pada umumnya para pemain berokan adalah laki-laki. Untuk melibatkan penonton, Berokan digerak-gerakan dengan lincah, kedoknya dimainkan seakan-akan mau mengigit penonton. Efek spontanitas ketakutan penonton (terutama anak-anak) dimanfaatkan oleh pemain Berokan untuk semakin garang dan menghibur. Pertunjukan Berokan diawali dengan tetalu dan kidung dalam bahasa ibu (Indramayu atau Cirebon), dilanjutkan dengan tarian Berokan yang lambat, perlahan-lahan untuk kemudian menjadi naik turun dan bergairah. Pertunjukan Berokan akan lebih menarik lagi, jika dimainkan di atas pecahan kaca (beling) dan menari-nari di atas bara api. Apabila pertunjukan Berokan dikaitkan dengan upacara tertentu, biasanya dilakukan Kirab Sawan, yakni upacara penyembuhan atau untuk keselamatan dan keberkahan. Kirab Sawan dilakukan setelah sesajen dan persyaratan lainnya lengkap. Musik pengiring Berokan sangatlah sederhana, terdiri dari kendang, terebang, kecrek, dan bende (gong kecil) yang dimainkan oleh enam orang. Musiknya memang terasa monoton, tetapi demikian dinamika kadang kala muncul dari kendang dan kecrek, bersahutan dengan suara plak-plok dari kepala Berokan yang terbuka dan tertutup. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Bengberokan”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Bengberokan is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Bengberokan · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.