Family unrecorded

Bulusan

Indonesia

Bulusan (disebut juga Tradisi Bulusan) adalah salah satu peringatan tradisional masyarakat Islam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, yang diadakan tujuh hari sesudah Idul Fitri.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Bulusan+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Bulusan

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Bulusan (disebut juga Tradisi Bulusan) adalah salah satu peringatan tradisional masyarakat Islam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, yang diadakan tujuh hari sesudah Idul Fitri.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
LegendaMbah Dado seorang alim ulama penyebar agama Islam.
Common Questions Answered on Record
What is Bulusan in plain words?

Bulusan (disebut juga Tradisi Bulusan) adalah salah satu peringatan tradisional masyarakat Islam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, yang diadakan tujuh hari sesudah Idul Fitri.

Where is Bulusan practised or documented?

Sources on this page place Bulusan in Indonesia.

What is the current condition of Bulusan today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Bulusan entry?

Cite as: "Bulusan." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/bulusan, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Bulusan (disebut juga Tradisi Bulusan) adalah salah satu peringatan tradisional masyarakat Islam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, yang diadakan tujuh hari sesudah Idul Fitri. Perayaan tradisi ini berpusat di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Tradisi ini berasal dari legenda yang berkaitan dengan Sunan Muria yang dikisahkan menegur warga setempat yang masih bekerja pada malam hari walaupun saat itu Ramadhan dan warga tersebut berubah menjadi bulus. 1

Legenda

Mbah Dado seorang alim ulama penyebar agama Islam. Dia mempunyai murid bernama Umara dan Umari. Dalam perjalanannya menyebarkan agama Islam dia berniat untuk mendirikan sebuah pesantren. Maka ditemukanlah tempat yang tepat untuk membangun pesantren tersebut, yaitu di kaki Gunung Muria. Pada bulan Ramadhan, tepatnya pada waktu malam Nuzulul Qur'an datang Sunan Muria untuk bersilaturrahmi dan membaca Al Qur'an bersama Mbah Dado, sahabatnya. Dalam perjalanannya, Sunan Muria mendengar orang bekerja di sawah pada malam hari sedang ndaut (mangambil bibit padi). Suna Muria berhenti sejenak dan berkata, "Lho, malam Nuzulul Qur'an kok tidak baca Al Qur'an, malah di sawah berendam air seperti bulus saja?" Akibat perkataan itu Umara dan Umari seketika menjadi bulus. Datang Mbah Dado untuk memintakan maaf atas kesalahan santrinya kepada Sunan Muria. Akan tetapi, ibarat nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin dapat kembali lagi. Akhirnya, Sunan Muria menancapkan tongkatnya ke tanah, keluar mata air atau sumber sehingga diberilah tempat itu nama Dukuh Sumber dan tongkatnya berubah menjadi pohon yang diberi nama pohon tamba ati. Sambil meninggalkan tempat itu Sunan Muria berkata, "Besok anak cucu kalian akan menghormatimu setiap satu minggu setelah hari raya bulan Syawal tepatnya waktu Bada Kupat. sampai sekarang setiap bada kupat tempat tesebut ramai dikunjungi orang untuk berziarah dan juga melihat bulus. Tradisi ini sekarang masih ada san terkenal dengan nama Bulusan. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Bulusan (tradisi)”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Bulusan is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Bulusan (tradisi) · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.