Debingi adalah tarian tradisional dari rangkaian upacara perkawinan yang berasal daerah Liwa, Belalau, Krui dan Lampung Utara. Tarian ini sudah ada sejak tahun 1912 yang bermula dari suatu perjanjian pada saat penjajahan Inggris dan Belanda di mana dalam isi perjanjian tersebut Belanda menukar daerah penjajahannya di Serawak kepada inggris dengan wilayah Krui hingga ke Bengkulu. Tarian tersebut tergolong tarian berkelompok. kagolong tari pasrawungan. Para penarinya terdiri dari para laki-laki yang sudah dewasa atau masih muda, selain juga dapat dilakukan secara massal. Tarian tersebut dipentaskan memakai busana adat dengan memegang kipas. Keberadaannya dapat dikatakan sudah hampir punah karena syarat dari penampilan tarian ini terdapat perhelatan baik sebelum atau sesudah pergelaran.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Debingi”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Debingi is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 1