Family unrecorded

Eder

Indonesia

Eder merupakan salah satu tradisi di Kabupaten Jepara tepatnya Desa Robayan, Eder adalah tradisi menabuh bedug di masjid pada waktu habis Shalat Ashar yaitu sekitar jam 4 sore atau jam setengah 5.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Eder+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Eder

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Eder merupakan salah satu tradisi di Kabupaten Jepara tepatnya Desa Robayan, Eder adalah tradisi menabuh bedug di masjid pada waktu habis Shalat Ashar yaitu sekitar jam 4 sore atau jam setengah 5.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
PenciptaTradisi Eder kemungkinan diciptakan oleh seorang wali ternama di wilayah Jepara yaitu Mbah Roboyo, Dia membuat tradisi Eder untuk memberi tahu bahwa nanti malam sudah dilakukan Takbiran untuk menandakan Hari Raya Idul…
EtimologiAsal-usul nama "Eder" merupakan onomatope dari suara bedug yang ditabuh yaitu Jeder-Jeder karena tidak ada namanya tradisi tersebut, warga masyarakat menyebut ritual tersebut bernama Jeder-Jeder, lambat laun masyarakat…
TujuanTujuan Tradisi Eder adalah untuk memberi tahu kepada warga masyarakat Desa Robayan bahwa sudah ditetapkan nanti malam mulai takbiran karena sudah melihat hilal, jadi besok hari adalah Hari Raya Idul Fitri.
PengembanganEder sebenarnya hanya menabuh bedug yang di lakukan di masjid.
Common Questions Answered on Record
What is Eder in plain words?

Eder merupakan salah satu tradisi di Kabupaten Jepara tepatnya Desa Robayan, Eder adalah tradisi menabuh bedug di masjid pada waktu habis Shalat Ashar yaitu sekitar jam 4 sore atau jam setengah 5.

Where is Eder practised or documented?

Sources on this page place Eder in Indonesia.

What is the current condition of Eder today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Eder entry?

Cite as: "Eder." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/eder, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Eder merupakan salah satu tradisi di Kabupaten Jepara tepatnya Desa Robayan, Eder adalah tradisi menabuh bedug di masjid pada waktu habis Shalat Ashar yaitu sekitar jam 4 sore atau jam setengah 5. Bedug di tabuh untuk tanda bahwa sudah ditetapkan nanti malam mulai shalat tarawih pertama, Eder juga dilakukan untukBedug di tabuh untuk tanda bahwa sudah ditetapkan nanti malam takbiran karena sudah melihat hilal. Tradisi Eder untuk menyambut datangnya Ramadhan juga untuk menyambut datangnya Lebaran. Tradisi Eder merupakan tradisi yang sudah ada di daerah Desa Robayan dan sekitarnya sejak pada zaman wali. 1

Pencipta

Tradisi Eder kemungkinan diciptakan oleh seorang wali ternama di wilayah Jepara yaitu Mbah Roboyo, Dia membuat tradisi Eder untuk memberi tahu bahwa nanti malam sudah dilakukan Takbiran untuk menandakan Hari Raya Idul Fitri, karena sang wali telah melihat hilal. 1

Etimologi

Asal-usul nama "Eder" merupakan onomatope dari suara bedug yang ditabuh yaitu Jeder-Jeder karena tidak ada namanya tradisi tersebut, warga masyarakat menyebut ritual tersebut bernama Jeder-Jeder, lambat laun masyarakat meyebut acara tersebut hanya Jeder dan ahirnya warga menyebut Eder. 1

Tujuan

Tujuan Tradisi Eder adalah untuk memberi tahu kepada warga masyarakat Desa Robayan bahwa sudah ditetapkan nanti malam mulai takbiran karena sudah melihat hilal, jadi besok hari adalah Hari Raya Idul Fitri. 1

Pengembangan

Eder sebenarnya hanya menabuh bedug yang di lakukan di masjid. Masyarakat Robayan berharap kedepannya Karang Taruna akan menggarap tradisi Eder lebih menarik dengan cara membuat acara arak-arakan semacam Pesta Baratan tetapi bukan menggunakan figur sebagai Ratu Kalinyamat melainkan menggunakan figur sebagai Sultan Hadlirin menunggang Kuda dan dibelakangnya ada Sebagai Santri dari Sultan Hadlirin dan juga sebagai Abdi dalem Kerajaan Kalinyamat yang mereka membawa banyak bungkusan bunga yang telah didoakan dan dibagi-bagikan kepada setiap orang yang menonton arak-arakan, dengan tujuan supaya warga selesai menonton arak-arakan warga langsung berziarah kubur ke sanak keluarganya yang telah meninggal. Yang digunakan figur Sultan Hadlirin karena dia merupakan seorang tokoh agama yang terkemuka, yang diadakan pada jam 4 sore lengkap dengan penabuh bedug acara tersebut dinamai Ederan (ahiran an yang artinya acara) seperti akhiran an pada Dhandhang-an dan Dugder-an. Rencananya arak-arakan "Ederan" diadakan dari Masjid Robayan sampai Kantor Kecamatan Kalinyamatan atau sampai Masjid Al-Makmur Kriyan. Masjid Robayan dipilih sebagai garis awal dimulai arak-arakan karena masjid tersebut merupakan satu-satunya masjid buatan seorang wali, yang bangunannya tetap di pertahankan yaitu pada Gapura Masjid Jami' Baiturrohman I yang masih asli seperti pada awal Masjid Robayan dibangun oleh seorang wali, Alasan Lembayung Production hal tersebut karena letak Robayan merupakan batas tembok Benteng Kalinyamat juga perbatasan dari Kecamatan Kalinyamatan dengan Kecamatan Welahan, begitu pula Purwogondo yang merupakan merupakan batas tembok Benteng Kalinyamat juga perbatasan dari Kecamatan Kalinyamatan dengan Kecamatan Pecangaan. 1

Lihat pula

Dugderan, festival penyambutan Ramadan di Semarang Dhandhangan, festival penyambutan Ramadan di Kudus Megengan, festival penyambutan Ramadan di Demak Baratan, festival penyambutan Ramadan di Jepara 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Eder”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Eder is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Eder · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.