Family unrecorded

Gandrung Sewu

Indonesia

Gandrung Sewu (bahasa Jawa: ꦒꦤ꧀ꦝꦿꦸꦁꦱꦺꦮꦸ, Osing: Gandrong Sewu, bahasa Bali: ᬕᬦ᭄ᬤ᭄ᬭᬸᬂᬲᬾᬯᬸ; terj.

Gandrung Sewu Adalah Festival Tarian Kolosal yang setiap tahun diadakan di Banyuwangi dan menari dengan latar belakang Selat Bali
Photo: Riedoak · CC BY-SA 4.0+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Gandrung Sewu

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Gandrung Sewu (bahasa Jawa: ꦒꦤ꧀ꦝꦿꦸꦁꦱꦺꦮꦸ, Osing: Gandrong Sewu, bahasa Bali: ᬕᬦ᭄ᬤ᭄ᬭᬸᬂᬲᬾᬯᬸ; terj.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Jejer GandrungTema Jejer Gandrung yang berkisah tentang sejarah kelahiran Tari Gandrung.
Paju GandrungKisah Paju Gandrung berasal dari salah satu babak yaitu Paju Gandrung.
Seblang SubuhTema Seblang Subuh diambil dari salah satu babak Gandrung semalam suntuk, merupakan tarian penutup pada pertunjukan Gandrung Terop (Gandrung semalam suntuk).
Seblang LukintoSeblang lukinto menceritakan perjuangan Rakyat Blambangan melawan Penjajah Belanda pada masa 1776-1810.
Common Questions Answered on Record
What is Gandrung Sewu in plain words?

Gandrung Sewu (bahasa Jawa: ꦒꦤ꧀ꦝꦿꦸꦁꦱꦺꦮꦸ, Osing: Gandrong Sewu, bahasa Bali: ᬕᬦ᭄ᬤ᭄ᬭᬸᬂᬲᬾᬯᬸ; terj.

Where is Gandrung Sewu practised or documented?

Sources on this page place Gandrung Sewu in Indonesia.

What is the current condition of Gandrung Sewu today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Gandrung Sewu entry?

Cite as: "Gandrung Sewu." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/gandrung-sewu, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Gandrung Sewu (bahasa Jawa: ꦒꦤ꧀ꦝꦿꦸꦁꦱꦺꦮꦸ, Osing: Gandrong Sewu, bahasa Bali: ᬕᬦ᭄ᬤ᭄ᬭᬸᬂᬲᬾᬯᬸ; terj. har. 'Seribu Gandrung') merupakan gelaran festival tahunan tari Gandrung kolosal di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang merupakan salah satu bagian Banyuwangi Festival. Acara ini diadakan sejak tahun 2012, yang pada awalnya digelar untuk mengenalkan kebudayaan Banyuwangi khususnya Gandrung ke khalayak luas. Pada saat ini Gandrung Sewu sudah menjadi ikon pariwisata budaya Banyuwangi. Acara ini diadakan setiap tahun sekali di Pantai Boom, yang berlatarkan selat Bali. 1

Jejer Gandrung

Tema Jejer Gandrung yang berkisah tentang sejarah kelahiran Tari Gandrung. Jejer Gandrung sejatinya merupakan bagian awal atau pembuka pertunjukan Tari Gandrung Terob yang menyajikan tari lincah dengan menonjolkan gerak pinggul dan getar jari. 1

Paju Gandrung

Kisah Paju Gandrung berasal dari salah satu babak yaitu Paju Gandrung. Pada babak ini penari akan mengajak pemaju untuk menari bersama. Mula-mula penari Gandrung melempar sampur (selendang) kepada pemaju atau mengalungi dengan sampur untuk menari bersama penari. Selain ada di salah satu babak pada Gandrung Semalam suntuk, Paju Gandrung juga biasa dimainkan pada saat menyambut tamu. 1

Seblang Subuh

Tema Seblang Subuh diambil dari salah satu babak Gandrung semalam suntuk, merupakan tarian penutup pada pertunjukan Gandrung Terop (Gandrung semalam suntuk). Tarian ini digunakan sebagai ajakan untuk sadar kembali setelah bersenang-senang atau nggandrung semalam suntuk. Ingat kembali kepada anak istri, pekerjaan esok hari, serta filosofi mendalam mengajak untuk mengingat kembali Tuhan Yang Maha Esa. Padha Nonton Tema Padha Nonton mengisahkan sebuah peristiwa setahun setelah perang perlawanan rakyat Blambangan terhadap VOC di Tegalperangan, Songgon. VOC melakukan serangan balas dendam ke Benteng Bayu kekuatan yang tidak berimbangpun membuat masyarakat Bayu menjadi terpojok, tetapi perlawanan tetap dilakukan dengan segenap jiwa hingga akhirnya banyak yang ditangkap oleh VOC. Kekejaman pun tidak berakhir di sini, banyak kepala yang dipenggal lalu di tancapkan di pagar sepanjang desa, banyak pula yang digantung di pohon-pohon. Sedangkan orang orang yang sudah lemah dan tidak sanggup lagi melawan ternyata juga tidak luput menjadi sasaran kekejaman VOC. Mereka dibawa ke Ulupangpang setelah diikat dengan tali dan diberi pemberat mereka pun dilempar ke Laut Sembulungan. Peristiwa inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Syair Padha Nonton, yang dinyayikan oleh sekelompok orang dengan diiringi tabuhan rebana, gendhang, juga gong. Dibawakan sembri menari pada perkembangannya sampai saat ini disebutlah mereka Kelompok Seni Gandrung. 1

Seblang Lukinto

Seblang lukinto menceritakan perjuangan Rakyat Blambangan melawan Penjajah Belanda pada masa 1776-1810. Merupakan kelanjutan tema Podho Nonton yang menceritakan kebangkitan sisa-sisa prajurit Rempeg Jogopati. 1

Kembang Pepe

Kembang Pepe diangkat dari barisan-barisan bait Seblang Lukinto yang menceritakan perjuangan masyarakat Blambangan melalui media seni budaya seperti gandrung, barong dan lain lain. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Gandrung Sewu”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Gandrung Sewu is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Gandrung Sewu · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?