Kue srikaya merupakan kudapan khas Kota Palembang yang memiliki warna hijau dengan aroma khas daun pandan serta tekstur yang lembut dan legit. Kue ini dibuat dari campuran telur, gula pasir, santan, dan sari pandan tanpa menggunakan tepung. Sering disajikan sebagai takjil atau hidangan berbuka puasa. Kue ini memiliki cita rasa manis, tekstur lembut, dan umumnya dikonsumsi bersama ketan yang disajikan secara terpisah.
Kue srikaya biasanya dikonsumsi dengan ketan atau roti tawar, tetapi dapat juga dimakan langsung. Pada bulan ramadhan, kue ini sering dijual di pasar tradisional dan pasar bedug di Palembang. Secara tradisional, kue srikaya dibuat menggunakan santan glundu, tetapi dapat juga menggunakan santan kemasan dengan tambahan air. Warna hijau pada kue ini dapat berasal dari sari pandan asli atau pasta pandan buatan. Dalam tradisi Palembang, kue srikaya sering disajikan sebagai hidangan penutup dalam prosesi "ngidang" yaitu tata cara penyajian makanan pada acara sedekahan dan pernikahan.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Kue Srikaya”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Kue srikaya is traditional food from Jambi, Indonesia, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1