The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Lenggang Patah Sembilan atau Tari Kuala Deli merupakan tarian adat yang berasal Sumatera Utara. Tarian ini sering ditampilkan pada acara-acara adat Melayu. Tari Lenggang Patah Sembilan umumnya dibawakan oleh sepasang penari laki-laki dan perempuan. 1
Sejarah
Tari Lenggang Patah Sembilan mulanya berasal dar ajaran para leluhur Melayu dan sangat banyak terinspirasi dari adat kebudayaan Melayu. Nama tarian ini pun diserap dari pepatah Melayu yaitu: "lenggang patah sembilan, semut dipijak tak mati, andan terlanda patah tiga". Pepatah ini memiliki makna bahwasannya ketika semut dipijak dan semut tersebut tidak masih hidup sebab orang yang menginjak semut tersebut akan bergerak dengan lemah-gemulai. Dalam tari Lenggang Patah Sembilan, maksud dari orang yang menginjak semut tersebut ialah sang penari. Gerakan lemah gemulai ini seakan-akan semut tersebut tidak akan mati jika dipijak. Hingga sekarang, Tari Lenggang Patah Sembilan terus dikembangkan di kawasan Serdang Begadai. Di kawasan tersebut terdapat seorang tokoh kebudayaan, Guru Sauti, seorang guru tari tradisional Melayu. Guru Sauti juga menelurkan beberapa karya yang hingga sekarang tetap dilestarikan. Salah seorang putri Kesultanan Serdang yang bernama Tengku Mira Sinar pun juga menulis buku Teknik Pembelajaran Dasar Tari Melayu Tradisional karya Guru Sauti untuk melestarikan karya-karya Guru Sauti. 1
Gerakan Dasar
Gerakan pada tarian ini umumnya hampir sama dengan Tarian Melayu lainnya. Namun, terdapat perbedaan pada saat memulai gerakan, yaitu penari yang ada di bagian kiri memulai gerakannya dengan kaki kiri. Sedangkan penari yang ada di bagian kanan memulai gerakannya dengan kaki kanan. Untuk tempo tariannya ialah 1x8 ketukan, dimana tarian ini terdiri dari 14×8 ketukan yang setiap 1×8 ketukan dibagi menjadi dua bagian yaitu Lenggang pada tempo pertama hingga keempat dan Patah Sembilan pada tempo kelima hingga keempat belas. 1
Busana
Saat menarikan Tari Lenggang Patah Sembilan, para penari mengenakan baju adat khas Melayu. Untuk penari laki-laki mengenakan baju Melayu berikut dengan celana dengan kain songket yang melilit di pinggang, serta dengan kopiah ataupun peci. Sedangkan untuk penari perempuan mengenakan kebayak panjang dengan selendang serta hiasan kepala dan sanggul. Warna busana yang dikenakakan pada saat menarikan tarian ini umumnya berwarna hijau dengan paduan warna emas seperti warna khas Melayu. 1
Lagu Pengiring
Tari Lenggang Patah Sembilan juga diiringi dengan musik dan lagu khas Melayu yang berirama senandung atau bertempo gembira. Beberapa lagu Melayu yang mengiringi tari Lenggang Patah Sembilan ini antara lain Kuala Deli, Makan Sirih, Tudung Saji, Tudung Periuk, Burung Putih, Anak Tiung, Damak, Batu Belah, dan lagu lainnya yang bertempo langgang ataupun senandung. 1
Nilai
Tari Lenggang Patah Sembilan ini mengandung beberapa nilai, di antaranya sebagai berikut. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Lenggang Patah Sembilan”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
lenggang patah sembilan dance or kuala deli dance is Indonesian traditional dance, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2