Family unrecorded

lontong kikil

Indonesia

Lontong kikil adalah makanan tradisional yang terdiri dari lontong dan kikil sapi (kaki sapi), cara menghidangkan adalah dengan mangkuk atau dengan piring, lontong dipotong-potong kecil kemudian kikil dituangkan bersama kuah yang panas, dan…

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for lontong kikil+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to lontong kikil

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Lontong kikil adalah makanan tradisional yang terdiri dari lontong dan kikil sapi (kaki sapi), cara menghidangkan adalah dengan mangkuk atau dengan piring, lontong dipotong-potong kecil kemudian kikil dituangkan bersama kuah yang panas,…

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
1 cited source

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Common Questions Answered on Record
What is lontong kikil in plain words?

Lontong kikil adalah makanan tradisional yang terdiri dari lontong dan kikil sapi (kaki sapi), cara menghidangkan adalah dengan mangkuk atau dengan piring, lontong dipotong-potong kecil kemudian kikil dituangkan bersama kuah yang panas,…

Where is lontong kikil practised or documented?

Sources on this page place lontong kikil in Indonesia.

What is the current condition of lontong kikil today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this lontong kikil entry?

Cite as: "lontong kikil." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/lontong-kikil, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 1 source

Lontong kikil adalah makanan tradisional yang terdiri dari lontong dan kikil sapi (kaki sapi), cara menghidangkan adalah dengan mangkuk atau dengan piring, lontong dipotong-potong kecil kemudian kikil dituangkan bersama kuah yang panas, dan dimakan dalam keadaan hangat. Masakan kikil berasa pedas karena kikil banyak mengandung merica dan cabe, makanan kikil ini banyak dipercaya oleh pria sebagai makanan yang bisa menjaga kejantannya agar selalu siap tempur dan memperkuat stamina laki-laki. Kikil yang baik dari kaki sapi bagian bawah yaitu kuku yang dikupas dan sekitarnya, kaki sapi dipanggang dan dihilangkan bulunya dengan jalan di cukur, setelah itu dipotong-potong ukuran kecil dan dimasak dalam kuah yang dicampur dengan bumbu. Masakan kikil ini agak kental karena kaki sapi banyak mengandung kolagen di mana kolagen ini akan mencair ketika dipanaskan dan akan menjadi seperti gel jika dibiarkan dingin. Lontong kikil banyak dijual keliling, pada zaman dulu dipikul dan sekarang didorong, ada juga yang pakai sepeda motor untuk menjajahkan keliling, ada juaga yang dijual di warung yang khusus menjual lontong kikil dan gulai. Harga lontong kikil paling mahal di antara semua jenis makanan lontong, hal ini karena dari mahalnya harga kaki sapi.

The text above is adapted from the Wikipedia article “Lontong kikil”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.

lontong kikil is Indonesian cuisine, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 1

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.
Is there a second, independent source?