Family unrecorded

Mantu Poci

Indonesia

Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah), dengan cara menyelenggarakan upacara perkawinan yang mempelainya merupakan sepasang poci tanah berukuran raksasa.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Mantu Poci+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Mantu Poci

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah), dengan cara menyelenggarakan upacara perkawinan yang mempelainya merupakan sepasang poci tanah berukuran raksasa.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Latar belakangMantu Poci diperkirakan mulai ada pada tahun 1930-an dan digelar di daerah pesisir seperti Tegalsari, Muarareja, Tunon, Cabawan, dan Margadana.
Lihat pulaKota Tegal Kabupaten Tegal
Common Questions Answered on Record
What is Mantu Poci in plain words?

Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah), dengan cara menyelenggarakan upacara perkawinan yang mempelainya merupakan sepasang poci tanah berukuran raksasa.

Where is Mantu Poci practised or documented?

Sources on this page place Mantu Poci in Indonesia.

What is the current condition of Mantu Poci today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Mantu Poci entry?

Cite as: "Mantu Poci." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/mantu-poci, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah), dengan cara menyelenggarakan upacara perkawinan yang mempelainya merupakan sepasang poci tanah berukuran raksasa. Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri yang telah lama berumah tangga tetapi belum juga dikarunai keturunan. Seperti layaknya pesta perkawinan, mantu poci juga dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan undangan. Lengkap dengan dekorasi, sajian makanan, dan beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. Tak lupa pula, di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk rumah. Selain sebagai harapan agar pasangan suami istri segera mendapatkan keturunan, mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara merasa seperti menjadi layaknya orang tua yang telah berhasil membesarkan putra putri mereka, kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara, dan relasi. 1

Latar belakang

Mantu Poci diperkirakan mulai ada pada tahun 1930-an dan digelar di daerah pesisir seperti Tegalsari, Muarareja, Tunon, Cabawan, dan Margadana. Sebelum poci digunakan sebagai kotak sumbangan, poci diberi rangkaian hiasan dari bunga melati dan diarak keliling kampong. Baru kemudian diletakan di atas kursi yang telah dihias dan diapit oleh kedua orang tua atau yang punya hajat. Acara ini biasanya digelar selama tiga hari berturut-turut. Sebelum acara ini dilegar, tuan rumah jauh-jauh hari sudah mendata jumlah titipan sumbangan yang pernah diberikan kepada orang yang punya hajatan. Jadi dalam kepercayaan masyarakat, apabila diundang tidak hadir dan tidak mengembalikan sumbangan, maka akan mendapatkan sangsi moral. Selain Mantu Poci juga ada Sunatan Poci. Prinsipnya sama, tetapi yang membedakan adalah ujung poci diberi balutan kain putih atau kapas. Mantu Poci sudah jarang digelar di Tegal. Salah satu repertoar yang diusung oleh Dewan Kesenian Kota Tegal di Anjugan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah tahun 2003 adalah mementaskan drama berjudul "Kang Daroji Mantu Poci", dikemas secara komedi. Tanggal 22 Juni 2019, lakon ini dimainkan kembali di bawah arahan Yono Daryono oleh Teater RSPD Tegal dalam Festival Teater Daerah, berhasil menang di kategori Sutradara Terbaik dan Pemeran Utama Terbaik (Mamerh Suwargo). Setelah itu, 30 Agustus 2019, digelar di Taman Budaya Tegal. 1

Lihat pula

Kota Tegal Kabupaten Tegal 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Mantu Poci”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Mantu Poci is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 2 external registers, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Mantu Poci · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.