Mendol adalah salah satu makanan khas Malang,Jawa Timur (selain rawon dan tempe kacang). Makanan ini terbuat dari bahan dasar tempe kedelai. Tempe mendol ini banyak ditemukan di daerah Malang baik untuk lauk maupun dimakan sebagai jajanan. Mendol memiliki rasa yang renyah di luar, tetapi tetap lembut di dalam, menciptakan pengalaman kuliner yang memikat bagi siapa pun yang mencicipinya.
Tempe ini berwarna cokelat kehitam-hitaman karena dibuat dari bahan tempe kedelai yang sudah agak basi (baca: tempe bosok).
Mendol berasal dari Malang,Jawa Timur asal mula mendol tak lepas dari sejarah Malang Raya sebagai penghasil tempe terbesar di Jawa Timur, pada masa kolonial Belanda orang orang Malang membuat mendol dengan meniru cara orang orang belanda membuat perkedel daging giling, namun bahan dasar dari perkedel ini adalah tempe yang di tumbuk atau di giling kemudian dikepal berbentuk bulat atau lonjong menurut kebanyakan masyarakat Malang,bahan tempe yang di pilih agar memiliki citarasa lebih nikmat adalah tempe busuk atau tempe semangit yang telah difermentasi sehingga masyarakat Malangan ketika akan membuat mendol mendiamkan tempe yang akan dibuat kurang lebih dua sampai tiga hari hingga mengalami fermentasi. 1
Pranala luar
Resep Mendol 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Mendol”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
mendol is processed tempeh, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2