Menghancurkan Gerbang Neraka atau Po Diyu atau Po Deijuk(Hanzi: 破地獄; Pinyin: pò dìyù; Yale (Bahasa Kanton): po3 · dei6juk6), juga disingkat Poyu atau Pojuk (Hanzi: 破獄; Pinyin: pòyù; Yale (Bahasa Kanton): po3juk6), merupakan salah satu ritua…
No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Menghancurkan Gerbang Neraka atau Po Diyu atau Po Deijuk(Hanzi: 破地獄; Pinyin: pò dìyù; Yale (Bahasa Kanton): po3 · dei6juk6), juga disingkat Poyu atau Pojuk (Hanzi: 破獄; Pinyin: pòyù; Yale (Bahasa Kanton): po3juk6), merupakan salah satu…
01 · What it is
Living Tradition
Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.
02 · Where & name
Geography awaiting source
Add a cited source naming the region or community that carries it.
03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)
Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
04 · Proof & reuse
2 cited sources
Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.
Chapter Takeaways
Asal-usulRitual ini diyakini berasal dari mitologi rakyat tentang kisah Mulian menyelamatkan ibunya.
Common Questions Answered on Record
What is Menghancurkan Gerbang Neraka in plain words?
Menghancurkan Gerbang Neraka atau Po Diyu atau Po Deijuk(Hanzi: 破地獄; Pinyin: pò dìyù; Yale (Bahasa Kanton): po3 · dei6juk6), juga disingkat Poyu atau Pojuk (Hanzi: 破獄; Pinyin: pòyù; Yale (Bahasa Kanton): po3juk6), merupakan salah satu…
Where is Menghancurkan Gerbang Neraka practised or documented?
No verified geographic place has been linked on record yet — editors can add a cited place from the edit page.
What is the current condition of Menghancurkan Gerbang Neraka today?
□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
How do I cite or share this Menghancurkan Gerbang Neraka entry?
Cite as: "Menghancurkan Gerbang Neraka." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/menghancurkan-gerbang-neraka, text CC BY-SA, with attribution.
Menghancurkan Gerbang Neraka atau Po Diyu atau Po Deijuk(Hanzi: 破地獄; Pinyin: pò dìyù; Yale (Bahasa Kanton): po3 · dei6juk6), juga disingkat Poyu atau Pojuk (Hanzi: 破獄; Pinyin: pòyù; Yale (Bahasa Kanton): po3juk6), merupakan salah satu ritual Taoisme dalam upacara pemakaman yang biasanya dipraktikkan di Hong Kong. Ritual ini biasanya dilakukan pada saat berjaga malam, setelah pembacaan sutra, dan sebelum prosesi "menjelajahi sepuluh istana" serta "menyeberangi jembatan". 1
Asal-usul
Ritual ini diyakini berasal dari mitologi rakyat tentang kisah Mulian menyelamatkan ibunya. Mulian, seorang arhat, melihat ibunya menderita di neraka, lalu memohon bantuan Buddha. Dengan pertolongan Buddha, ia masuk ke neraka dan menggunakan tongkat meditasi untuk menghancurkan gerbang neraka, sehingga membebaskan roh ibunya.
Menurut pakar Taoisme dan profesor Chinese University of Hong Kong bidang studi agama dan budaya, Lai Chi Tim, para pendeta Tao yang memimpin ritual ini di Hong Kong umumnya berasal dari Guangdong dan merupakan bagian dari aliran Zhengyi, khususnya para namo (guru ritual). Mereka menyesuaikan pelaksanaan ritual berdasarkan tujuan dan teks sutra yang digunakan, dengan doa untuk melindungi masyarakat serta memberikan ketenangan bagi roh dan manusia. Baik dalam Taoisme maupun Buddhisme, upacara pemakaman bertujuan untuk menolong roh agar terbebas dari dosa dan penderitaan di alam baka, serta memperoleh pahala ritual untuk meninggalkan dunia bawah dan bahkan mencapai alam suci. Dalam pandangan Taois tentang "tanggung jawab turun-temurun", kesalahan leluhur dapat membawa malapetaka bagi keturunan, sementara kebajikan leluhur dapat membawa berkah. Dengan demikian, pahala dari sebuah ritual tidak hanya menyelamatkan orang yang baru meninggal, tetapi juga membersihkan dosa leluhur agar tidak menimpa generasi berikutnya.
Berdasarkan teks ritual Xiantian Hushi Jilian Youke (先天斛食濟煉幽科), upacara di kuil Tao biasanya dilakukan dengan pemberian makanan (disebut juga "hushi") dan proses penyelamatan, bukan dengan menghancurkan gerbang neraka. Pemberian makanan bertujuan menghapus penderitaan lapar dan dingin roh, sedangkan penyelamatan bertujuan menolong roh meninggalkan dunia bawah dan naik ke alam suci. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Menghancurkan Gerbang Neraka”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Menghancurkan Gerbang Neraka is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2