Family unrecorded

Molapi saronde

Indonesia

Molapi saronde (melempar selendang) atau Tari Saronde adalah tarian ritual pernikahan adat Gorontalo. Tarian ini dilaksanakan oleh pengantin laki-laki pada malam hari perkawinan mereka.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Molapi saronde+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Molapi saronde

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Molapi saronde (melempar selendang) atau Tari Saronde adalah tarian ritual pernikahan adat Gorontalo.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
SejarahAwal mula tarian molapi saronde tidak lepas dari masuknya Islam ke Gorontalo sekitar tahun 1525 M Bermula dari olangia (raja) Amai yang menjadikan Islam sebagai agama kerajaan, lalu merumuskan prinsip adati hula-hula’a…
FilosofiMolapi saronde secara harfiah terdiri dari kata molapi artinya menjatuhkan, selentangi (selendang) yilonta (wewangian yang terbuat dari aneka kembang dan dedaunan rempah-rempah yang dicampur dengan minyak kelapa),…
ProsesiPada malam sehari sebelum ijab kabul, pihak keluarga calon mempelai pria mengunjungi rumah calon mempelai wanita.
Warisan budaya tak bendaPada tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya menetapkan molapi saronde sebagai Tradisi seni pertujukan dan Warisan Budaya Tak Benda…
Common Questions Answered on Record
What is Molapi saronde in plain words?

Molapi saronde (melempar selendang) atau Tari Saronde adalah tarian ritual pernikahan adat Gorontalo.

Where is Molapi saronde practised or documented?

Sources on this page place Molapi saronde in Indonesia.

What is the current condition of Molapi saronde today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Molapi saronde entry?

Cite as: "Molapi saronde." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/molapi-saronde, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Molapi saronde (melempar selendang) atau Tari Saronde adalah tarian ritual pernikahan adat Gorontalo. Tarian ini dilaksanakan oleh pengantin laki-laki pada malam hari perkawinan mereka. Pada prosesi Molapi Saronde diiringi dengan tabuhan rebana dan Turunani kesenian vokal bernuansa Islam. Bahan yang digunakan adalah tiga macam selendang, yaitu hijau, kuning, dan kuning telur. Pelaksanaan ritual ini dilaksanakan di rumah mempelai wanita 1

Sejarah

Awal mula tarian molapi saronde tidak lepas dari masuknya Islam ke Gorontalo sekitar tahun 1525 M Bermula dari olangia (raja) Amai yang menjadikan Islam sebagai agama kerajaan, lalu merumuskan prinsip adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula’a lo adati (adat bersendi syarak, syarak bersendi adat) yang mempertaukan adat dan syariat. Formulasi tersebut melahirkan aturan tata adat yang secara turun temurun diwariskan melalui pemangku adat dan jaringan keluarga. Terdapat 185 butir aturan tata adat yang pada urutan ke-11 butir adat tertulis jelas adat mopotilantahu (mempertunangkan) dalam adat pernikahan termasuk tarian molapi saronde yang menjadikan tarian tersebut sebagai sarana Molihe Huali yaitu menengok atau mengintip calon istri. 1

Filosofi

Molapi saronde secara harfiah terdiri dari kata molapi artinya menjatuhkan, selentangi (selendang) yilonta (wewangian yang terbuat dari aneka kembang dan dedaunan rempah-rempah yang dicampur dengan minyak kelapa), selanjutnya disebut saronde. Maksudnya ialah mempersilahkan menari dengan selendang yang harum semerbak. Kepada calon pengantin laki-laki, dalam acara mopotilantahu (mempertunangkan), sebagai bagian dari tata cara moponika (perkawinan) menurut ketentuan adat Gorontalo. 1

Prosesi

Pada malam sehari sebelum ijab kabul, pihak keluarga calon mempelai pria mengunjungi rumah calon mempelai wanita. Kehadirannya juga diiringi sejumlah pemuda sebaya, upacara ini disebut Mopotilontahu atau Molilo huwali yang berarti “menengok dan mengintip” calon mempelai wanita. Pada tahapan ini, calon mempelai pria bersama ayahnya atau wali akan menari Saronde atau Molapi Saronde. Gerakan diawali dengan memberi hormat kepada orang tua, ketua adat dan keluarga yang hadir, kemudian melangkahkan kaki kanan ke depan diikuti dengan ayunan tangan yang memegang selendang ke samping kanan. Kemudian dilanjutkan dengan ayunan kaki kiri ke depan dan diikuti oleh ayunan tangan ke samping kiri. Penonton yang hadir kemudian bergantian. Tarian ini dimaksudkan untuk memperlihatkan kepada si gadis, bahwa mempelai pria siap mengarungi bahtera rumah tangga. Tarian molapi saronde tidak bisa dilaksanakan sesudah pesta dan tidak bisa pula dilaksanakan sesudah antar harta (seserahan), karena malam itu merupakan malam terakhir pacaran bagi calon pengantin pria maupun wanita mengikuti prosesi tertentu. Molapi saronde dimulai setelah selesai waktu pelaksanaan sholat Isya. Rumah calon mempelai perempuan sebagai tempat pelaksanaan acara akan dipersiapkan berdasarkan tata cara adat, ruangan yang akan digunakan adalah dulodehu ( ruang tengah tempat keluarga berkumpul) yang berhadapan langsung dengan huwali lo humbia ( kamar tidur pengantin). Molapi saronde dibawakan dengan vokal lagu khusus molapi saronde yaitu Turunani vokal bernuansa Islam dan diiringi dengan musik rebana. Tempo dalam mengiringi tarian ini dimainkan dengan menyesuaikan lagu dan gerakan penari. 1

Warisan budaya tak benda

Pada tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya menetapkan molapi saronde sebagai Tradisi seni pertujukan dan Warisan Budaya Tak Benda Nasional Indonesia 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Molapi saronde”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Molapi saronde is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Molapi saronde · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.