The tradition & historical record
2 min read · 2 sourcesNadran merupakan upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di pesisir utara Pulau Jawa, termasuk wilayah Subang, Indramayu dan Cirebon. Upacara ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas keberlimpahan hasil tangkapan ikan, sekaligus memohon agar hasil tangkapan pada tahun berikutnya lebih melimpah dan agar terhindar dari kendala dalam mencari nafkah di laut. Nadran biasanya dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Selain rangkaian ritual adat, kegiatan ini juga diiringi dengan pertunjukan kesenian tradisional dan penyelenggaraan pasar malam yang berlangsung selama sekitar satu minggu. Di Kabupaten Indramayu, umumnya Upacara Adat Nadran diselenggarakan antara bulan Oktober sampai Desember yang bertempat di Pantai Eretan Kulon, Eretan Wetan, Dadap, Limbangan dan Karangsong. Sedangkan di Kabupaten Subang, di antaranya adalah di Pantai Blanakan. Nadran merupakan tradisi yang lahir dari akulturasi budaya Islam dan Hindu, dan telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Istilah nadran diyakini oleh sebagian masyarakat berasal dari kata nazar dalam Islam, yang berarti pemenuhan janji. 1
Persiapan
Tahap persiapan dalam upacara nadran dilakukan oleh panitia bersama masyarakat dengan menyiapkan berbagai bahan untuk pembuatan meron atau jolen sebagai wadah utama sesaji yang akan dilarung. Bahan yang digunakan meliputi kayu balok, bambu, batang pisang, serta kertas kraf atau karton. Jolen dibuat dari belahan bambu yang dibentuk menyerupai perahu, kemudian ditopang oleh empat batang kayu balok dan lima batang pohon pisang. Setelah rangka terbentuk, jolen ditutup dengan kertas karton, lalu dihias dengan berbagai ornamen seperti kertas minyak berbentuk bendera, makanan dan minuman ringan, batang tebu, ranting beringin, pring wulung, boneka simbol nakhoda, ilir (kipas anyaman bambu), serta antena simbol radar. Proses pembuatannya melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Bersamaan dengan pembuatan jolen, dilakukan penyembelihan hewan kurban, seperti kambing atau kerbau, oleh jagal di area dekat makam desa. Pada kambing, bagian daging diolah untuk konsumsi bersama, sementara tulang, kulit, dan kepala yang tidak dipisahkan dibungkus kain mori dan ditempatkan dalam jolen. Pada kerbau, sebelum disembelih dilakukan ritual pemandian menggunakan tujuh jenis air, yaitu air laut, air kelapa muda, air muara, campuran air tawar dan asin, air pandai besi, air sumur atau mata air, serta air kemasan. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Nadran”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
nadran is a sea thanksgiving ceremony practiced by fishing communities in the north coast of Java, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2