Tari nguri adalah tari persembahan dari Sumbawa Barat. Nguri sendiri berasal dari tradisi pengembalian semangat manakala Sultan selaku pemimpin masyarakat adat Sumbawa tertimpa malapetaka dan sakit.
Tari nguri adalah tari persembahan dari Sumbawa Barat. Nguri sendiri berasal dari tradisi pengembalian semangat manakala Sultan selaku pemimpin masyarakat adat Sumbawa tertimpa malapetaka dan sakit. Selain itu, tari nguri merupakan salah satu kewajiban kawula Kesultanan Sumbawa yang dikenal dengan "Sonap Lawang Belau Balu". Awal tarian ini diciptakan oleh H. Mahmud Dea Batekal sekitar Tahun 1950an.
Tarian ini dibawakan oleh empat orang penari wanita. Para penari mengenakan kostum tari berupa rok panjang yang disebut tope, baju panjang yang disebut baju/among pene, hiasan kepala yang disebut kasigar atau sehelai kain penutup kepala yang disebut cipo cila. lringannya terdiri dari dua buah gendang, seruling, gending dan gong yang agak besar. Tarian ini dahulu dipakai sebagai upacara penghormatan dan penyambutan kepada raja-raja. Sekarang tari Nguri berfungsi sebagai tari penyambutan dan penghormatan kepada tamu-tamu agung.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Nguri”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Nguri dance is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1