Family unrecorded

Pakaian kulit kayu

Indonesia

Pakaian Kulit Kayu atau Inodo bagi masyarakat Poso dan Napu/vuya bagi masyarakat Kaili dan Kulawi/buya bagi masyarakat Donggala/kuroko'o bagi masyarakat Bungku adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang dipercaya telah ada ribuan tahu…

Barkcloth dress of Lore Bada people in Lore Valley, Poso Regency, Central Sulawesi, Indonesia. This collection of Central Sulawesi Museum was exhibited in Textile Museum Jakarta in November 2016.
Photo: 26Isabella · CC BY-SA 4.0+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Pakaian kulit kayu

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Pakaian Kulit Kayu atau Inodo bagi masyarakat Poso dan Napu/vuya bagi masyarakat Kaili dan Kulawi/buya bagi masyarakat Donggala/kuroko'o bagi masyarakat Bungku adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang dipercaya telah ada ribuan…

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Bahan Baku dan Alat PembuatanMasyarakat Sulawesi Tengah setidaknya mengenal enam jenis pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku.
Common Questions Answered on Record
What is Pakaian kulit kayu in plain words?

Pakaian Kulit Kayu atau Inodo bagi masyarakat Poso dan Napu/vuya bagi masyarakat Kaili dan Kulawi/buya bagi masyarakat Donggala/kuroko'o bagi masyarakat Bungku adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang dipercaya telah ada ribuan…

Where is Pakaian kulit kayu practised or documented?

Sources on this page place Pakaian kulit kayu in Indonesia.

What is the current condition of Pakaian kulit kayu today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Pakaian kulit kayu entry?

Cite as: "Pakaian kulit kayu." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/pakaian-kulit-kayu, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Pakaian Kulit Kayu atau Inodo bagi masyarakat Poso dan Napu/vuya bagi masyarakat Kaili dan Kulawi/buya bagi masyarakat Donggala/kuroko'o bagi masyarakat Bungku adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang dipercaya telah ada ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang bangsa Indonesia hidup berselaras dengan alam. Salah satu contohnya dapat dilihat dari terciptanya kulit kayu sebagai bahan pakaian. Hutan hujan tropis yang tumbuh subur di Kepulauan Nusantara menjadi sumber kehidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Tidak hanya sebagai sumber pangan dan papan, pohon-pohon itu juga digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan sandang. Pakaian kulit kayu bagi masyarakat tinggal di Sulawesi Tengah selain dipakai untuk menutupi tubuh juga digunakan dalam berbagai kegiatan upacara adat. Mereka mengenal berbagai jenis pakaian kulit kayu, di antaranya kemeja (baju laki-laki), Vevo (celana), Topi Nunu ( rok), halili (blus), hingga kumpe (semacam selimut). Ragam hias juga diaplikasikan ke dalam pakaian untuk menyimbolkan kegunaan dan arti tertentu. Contohnya adalah ragam hias tanduk kerbau yang menyimbolkan kehidupan. Menurut Antonius Taula, pelestari kain kulit kayu, kerbau tidak lepas dari kehidupan manusia dari proses kelahiran hingga kematian. Ragam hias yang dikenal lainnya seperti tumpal, tumbuh-tumbuhan, manusia, gampiri, bunga, geometris dan lain-lain. Ricky FS. 1

Bahan Baku dan Alat Pembuatan

Masyarakat Sulawesi Tengah setidaknya mengenal enam jenis pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku. Pertama, pohon beringin putih atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Nunu Towula. Pohon ini mempunyai kualitas terbaik dalam pembuatan bahan baku. Kedua, pohon beringin biasa atau Nunu Lero. Pohon ini pohon yang biasa ditanami di halaman rumah masyarakat Kulawi. Ketiga, pohon Nunu Wiroe yang mempunyai karakteristik memiliki kulit tebal pada bulan muda tetapi kulitnya semakin menipis seiring bulan menua. Keempat, Nunu Tea Tonohera yang juga termasuk dalam pohon beringin namun menyerupai pohon sukun. Pohon ini sulit ditemukan sehingga jarang dijadikan bahan baku. Kelima, pohon Nunu Malo/Mao yang masih berjenis beringin tetapi menghasilkan kain kulit kayu yang berwarna putih. Keenam, pohon Nunu Ivo yang paling banyak digunakan dalam pembuatan kain kulit kayu. Bahan pewarnaan kain kulit kayu masyarakat Sulawesi Tengah juga berasal dari alam. Ada tiga bahan pewarna alami yang sudah digunakan. Pertama adalah pohon Ula Vua yang digunakan untuk menghasilkan warna merah muda, pencerah warna, dan pengawet pakaian. Kedua adalah lumpur yang dapat menghasilkan warna hitam dan coklat. Ketiga adalah letuhu yang dapat menghasilkan warna cokelat kemerah-merahan. Getah pohon Langsat dan rumput munte masing-masing berguna untuk menjaga warna tidak luntur dan menghasilkan aroma harum. Bahan lainnya yang menunjang proses pembuatan kain ialah abu dapur/abu gosok dan air. Abu dapur memiliki tiga fungsi utama ialah mempercepat proses pembusukan, mematikan bakteri dan menghilangkan bau. Sedangkan, Air berfungsi untuk melembapkan kulit kayu. Perkakas yang digunakan dalam proses pengolahan sangat beragam. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Pakaian kulit kayu”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Pakaian kulit kayu is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?