Pedis Panas adalah salah satu makanan khas suku sasak Lombok. kata pedis memiliki arti asam atau kecut, sedangkan kata panas memiliki arti pedas. Pedis panas memiliki rasanya yang khas yaitu kombinasi antara rasa pedas dan asam.
Pedis Panas adalah salah satu makanan khas suku sasak Lombok. kata pedis memiliki arti asam atau kecut, sedangkan kata panas memiliki arti pedas. Pedis panas memiliki rasanya yang khas yaitu kombinasi antara rasa pedas dan asam. Sayur ini memiliki bahan yang beragam dan unik. Sama seperti didaerah lain, sayur asam khas Lombok ini memiliki isian dan bahan yang hampir sama, yang membedakan adalah pada sayur pedis panas ini tidak menggunakan daun atau biji melinjo. Perbedaan itulah yang membuat rasa dari pedis panas ini semakin khas. 1
Bahan-bahan
Cabai rawit sesuai selera, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, garam, gula, micin atau penyedap, asam jawa. Untuk bahan-bahan isian menggunakan terong, biji-bijian, kangkung, kecipir, dan bahan lain yang dapat disesuaikan. Sebagai bahan pelengkap dapat menggunakan kemangi, dan minyak sayur. 1
Cara membuat
Bumbu yang dihaluskan seperti cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, gula, garam dan micin atau penyedap. Setelah itu, wadah yang berisi air, dapat dipanaskan sampai mendidih. Ketika air sudah mendidih masukkan sayur-sayur seperti kacang panjang, terong, kacang, biji-bijian, dan lain sebagainya sesuai dengan selera.
Setelah sayur-sayur sudah setengah matang bumbu yang sudah dihaluskan tadi,dimasukkan ke dalam panci lalu ditambahkan sedikit air perasan asam jawa yang sudah matang dan satu sendok minyak sayur. Sayur dapat dimasak hingga hingga mendidih, dan sebagai sentuhan terakhir dapat dimasukkan daun kemangi. Pedis panas khas suku sasak Lombok siap dinikmati. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Pedis panas”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
pedis panas is traditional food of Sasaknese, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2