Family unrecorded

pempek sambal

Indonesia

Pempek sambal merupakan makanan khas Jambi yang berbahan dasar tepung kanji atau tepung sagu. Dibuat gepeng seperti adonan pempek, lalu ditumis dengan cabai.

Pempek Sambal adalah makanan khas Jambi
Photo: Roby diery · CC BY-SA 4.0+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to pempek sambal

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Pempek sambal merupakan makanan khas Jambi yang berbahan dasar tepung kanji atau tepung sagu.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Cara membuatUntuk membuat adonan pempek, masukkan tepung sagu dan air, diaduk hingga encer, kemudian panaskan dengan api kecil sampai teksturnya lengket seperti lem, lalu angkat Masukkan daun bawang, garam, dan kaldu bubuk,…
Pranala luarPedas Kenyal Pempek Sambal Khas Muaro Jambi detik.com 16 Januari 2019 Pempek Sambal Khas Jambi jambi-independent 7 Mei 2019
Common Questions Answered on Record
What is pempek sambal in plain words?

Pempek sambal merupakan makanan khas Jambi yang berbahan dasar tepung kanji atau tepung sagu.

Where is pempek sambal practised or documented?

Sources on this page place pempek sambal in Indonesia.

What is the current condition of pempek sambal today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this pempek sambal entry?

Cite as: "pempek sambal." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/pempek-sambal, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Pempek sambal merupakan makanan khas Jambi yang berbahan dasar tepung kanji atau tepung sagu. Dibuat gepeng seperti adonan pempek, lalu ditumis dengan cabai. Berbeda dengan pempek pada umumnya yang disajikan dengan kuah cuka, pempek sambal dilumuri dengan sambal yang telah ditumis. Aroma khas pempek sambal ini berasal dari daun kunyit. Bahan dasar pembuatannya tidak menggunakan ikan melainkan tepung sagu dan terigu yang disiram dengan air panas dan dibentuk bulat pipih sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal. 1

Cara membuat

Untuk membuat adonan pempek, masukkan tepung sagu dan air, diaduk hingga encer, kemudian panaskan dengan api kecil sampai teksturnya lengket seperti lem, lalu angkat Masukkan daun bawang, garam, dan kaldu bubuk, kemudian aduk rata. Setelah itu, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sampai habis dan adonan dapat dibentuk Panaskan minyak dengan api sedang, ambil adonan sedikit bentuk bola dan pipihkan. Goreng adonan sampai keemasan angkat dan tiriskan Masukkan ke dalam Blender seperti cabai, bawang merah, bawang putih sampai halus Panaskan minyak, masukan cabai yang sudah diblender, daun kunyit, dan daun jeruk, masak hingga matang bumbui dengan gula dan garam. Pempek siap disajikan 1

Pranala luar

Pedas Kenyal Pempek Sambal Khas Muaro Jambi detik.com 16 Januari 2019 Pempek Sambal Khas Jambi jambi-independent 7 Mei 2019 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Pempek sambal”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

pempek sambal is traditional food from Jambi, Indonesia, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Pempek sambal · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?