Family unrecorded

Potong Pantan

Indonesia

Potong Pantan merupakan salah satu upacara adat penyambutan tamu yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Potong Pantan+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Potong Pantan

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Potong Pantan merupakan salah satu upacara adat penyambutan tamu yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
KepercayaanUpacara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang buruk bagi penduduk setempat maupun para tamu.
Jenis-JenisBerdasarkan sejarah, ternyata penghalang yang digunakan dalam tradisi potong pantan ini memiliki kegunaan dan peruntukannya masing-masing, yaitu:
Common Questions Answered on Record
What is Potong Pantan in plain words?

Potong Pantan merupakan salah satu upacara adat penyambutan tamu yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas.

Where is Potong Pantan practised or documented?

Sources on this page place Potong Pantan in Indonesia.

What is the current condition of Potong Pantan today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Potong Pantan entry?

Cite as: "Potong Pantan." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/potong-pantan, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Potong Pantan merupakan salah satu upacara adat penyambutan tamu yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas. Upacara ini telah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka dan diwariskan secara turun-temurun hingga generasi sekarang.Di dalamnya, seluruh tamu yang datang akan diminta untuk memotong batang bambu hijau yang dipasang melintang di pintu masuk dengan menggunakan sebilah mandau. Upacara potong pantan diiringi dengan musik tradisional dan nyanyian yang menggunakan bahasa Sangian. Semboyan “Tamu adalah Raja” masih berlaku bagi masyarakat di tempat ini. Dengan demikian, seluruh penduduk desa dari ketua adat hingga anak-anak akan ikut menyambut kedatangan para tamu dengan meriah. Dalam menyambut tamu, mereka juga memotong hewan korban sebagai bentuk penghormatan bagi arwah nenek moyang. Ritual ini dipimpin oleh seorang pemuka agama yang diiringi doa menggunakan bahasa Sangian. Upacara yang sama juga dilakukan saat para tamu hendak meninggalkan tempat tersebut. Olesan minyak kelapa dan taburan bubuk putih di pipi dipercaya mampu melindungi tamu dari ganguan roh jahat dalam perjalanan pulang. 1

Kepercayaan

Upacara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang buruk bagi penduduk setempat maupun para tamu. Menurut kepercayaan adat setempat, apabila kayu tersebut dipotong tanpa halangan, berarti tamu tersebut dapat diterima dan dilancarkan jalannya saat berkunjung ke sana. Begitupun sebaliknya, apabila tidak berhasil dipotong secara lancar, maka patut dipertanyakan perihal maksud kedatangan mereka ke tanah suku Dayak tersebut.Setelah bambu terpotong, semua orang akan berteriak dan bertepuk tangan. Mereka bergembira lantaran rintangan telah berhasil dilalui. Iringan tetabuhan musik pun kian keras, menandakan puncak tradisi potong pantan. Setelah potong bambu dilalui, para warga mengoleskan bubuk putih atau minyak kelapa di ubun-ubun para tamu. Setelah itu diteruskan dengan tarian potong pantan. 1

Jenis-Jenis

Berdasarkan sejarah, ternyata penghalang yang digunakan dalam tradisi potong pantan ini memiliki kegunaan dan peruntukannya masing-masing, yaitu: 1

Pantan haur (bambu) digunakan untuk penyambutan bagi orang yang baru pulang dari medan perang dengan membawa kemenangan dan pantan jenisnya menggunakan haur kuning (bambu kuning). Pantan balanga (tajaw) akan digunakan pada saat mengadakan acara perkawinan adat, sebagai simbol kebangsawanan atau status sosial. Pantan garantung (gong) tujuannya sama dengan balanga (tajaw). Pantan bawi, yakni menggunakan para gadis remaja, biasanya dilakukan pada pesta perkawianan. Pantan bahalai (kain panjang) digunakan untuk para tamu pejabat, orang terhormat berstatus perempuan yang sulit menggunakan mandau. Pantan tewu (tebu) digunakan pada acara kegiatan bergotong-royong ketika panen berlangsung atau sedang berladang. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Potong Pantan”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Potong Pantan is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 2 external registers, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Potong Pantan · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.