Dance

Prajuritan Dance

Tari Prajuritan adalah kesenian tradisional berbentuk tarian massal yang pertama kali muncul di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Tari Prajuritan adalah kesenian tradisional yang berbentuk tarian massal. Namun, jumlah penarinya terkadang disesuaikan dengan kebutuhan dan luasnya tempat pementasan. Tari tersebut muncul pertama kali di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Photo: Warisan Budaya Takbenda Indonesia · Public domain+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Prajuritan Dance

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Tari Prajuritan adalah kesenian tradisional berbentuk tarian massal yang pertama kali muncul di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

01 · What it is
Dance

Live movement, rhythm, costume, or staged dramatic performance passed between generations.

02 · Where & name
Geography awaiting source

Add a cited source naming the region or community that carries it.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Asal-usulSecara umum, tarian ini pertama kali muncul di Getasan.
SalatigaBerdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rohman, tarian ini pertama kali muncul di wilayah Tegalrejo pada 1959 dan dikenal dengan nama Jatilan, sedangkan wadah bagi kesenian tersebut diberi nama Lestari Budi Tamtama.
SalatigaTema yang digunakan dalam tari Prajuritan di Desa Tegalrejo adalah kisah Arya Panangsang (Arya Jipang) yang gugur melawan Sutawijaya (Panembahan Mataram ke-1).
Busana dan tata riasMenurut Suyanti, busana dalam tarian ini telah mengalami perkembangan.
Common Questions Answered on Record
What is Prajuritan Dance in plain words?

Tari Prajuritan adalah kesenian tradisional berbentuk tarian massal yang pertama kali muncul di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Where is Prajuritan Dance practised or documented?

No verified geographic place has been linked on record yet — editors can add a cited place from the edit page.

What is the current condition of Prajuritan Dance today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Prajuritan Dance entry?

Cite as: "Prajuritan Dance." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/prajuritan-dance, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

5 min read · 2 sources

Tari Prajuritan adalah kesenian tradisional berbentuk tarian massal yang pertama kali muncul di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tarian ini kemudian berkembang ke wilayah lain di Kabupaten Semarang dengan versi asal-usul dan tema yang berbeda-beda, antara lain Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Banyubiru, Kecamatan Sumowono, dan Kota Ungaran. Tarian tersebut juga berkembang di Kota Salatiga, tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Unsur-unsur yang terkandung di dalam tarian itu meliputi busana, tata rias, gerakan, dan alat musik. Tarian tersebut memang termasuk ke dalam kategori tarian kelompok, tetapi jumlah penarinya terkadang disesuaikan dengan kebutuhan dan luasnya tempat pementasan. Tarian ini di sisi lain bukanlah tarian kreasi baru yang lebih dinamis dan memiliki banyak variasi sesuai dengan selera anak muda. Hal ini disebabkan karena gerakan dan iringannya cenderung monoton. Tarian rakyat itu juga jarang ditampilkan, sehingga masyarakat kurang mengapresiasinya, bahkan tidak sedikit yang belum mengetahuinya. Prosesi tarian ini kental dengan nuansa peperangan, yang dapat dilihat dari pakaian penari dan gerakannya yang membawa senjata mengikuti iringan organ gamelan. Tarian tersebut dalam pelaksanaannya telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman dan berbagai faktor yang memengaruhinya. Salah satu faktor intrinsik perubahan dalam tarian ini dapat dilihat dari perubahan komposisi penari. 1

Asal-usul

Secara umum, tarian ini pertama kali muncul di Getasan. Tarian tersebut kemudian berkembang ke wilayah lain di Kabupaten Semarang dengan versi asal-usul yang berbeda-beda, yaitu Ambarawa, Banyubiru, Sumowono, dan Ungaran. Selain itu, tarian rakyat ini juga berkembang di Salatiga, tepatnya di Desa Tegalrejo. 1

Salatiga

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rohman, tarian ini pertama kali muncul di wilayah Tegalrejo pada 1959 dan dikenal dengan nama Jatilan, sedangkan wadah bagi kesenian tersebut diberi nama Lestari Budi Tamtama. Alasan utama tarian itu awalnya dikenal sebagai Jatilan karena sepintas mirip dengan kesenian Kuda Lumping (sering disebut Reog di Salatiga) karena menggunakan jaran kepang ketika menari. Kesenian Kuda Lumping digambarkan sebagai sebuah seni tarian yang dimainkan dengan menggunakan kuda tiruan dari anyaman bambu. Ritme tarian ini hampir sama dengan tari Prajuritan, yaitu merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran zaman dahulu berupa pasukan kavaleri berkuda. Namun demikian, masyarakat lebih mengenal Kuda Lumping sebagai sebuah tarian yang mengandung unsur magis. Gerakan dalam tari Prajuritan di sisi lain lebih dinamis dan ritmis, apabila dibandingkan dengan Kuda Lumping yang lebih agresif. Ngatemin, sesepuh lain Desa Tegalrejo, mengatakan bahwa gerakan dalam tari Prajuritan dilakukan secara sadar, sedangkan gerakan dalam Kuda Lumping umumnya dilakukan karena penarinya kesurupan, sehingga mereka bertindak aneh dengan memakan pecahan gelas atau bola lampu. Lebih lanjut, Ngatemin sendiri tidak menyangkal jika penari Prajuritan terkadang juga mengalami kesurupan secara tidak disengaja karena kerasukan roh halus. Namun, berdasarkan observasi di lapangan diketahui jika tidak ada ritual khusus dalam pementasan tarian ini. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Suwarno, salah satu sesepuh Desa Tegalrejo, diketahui bahwa anggota Lestari Budi Tamtama saat itu masih meminjam peralatan jaran kepang milik Mbah Jomakowan dari Kabupaten Banyuwangi. 1

Salatiga

Tema yang digunakan dalam tari Prajuritan di Desa Tegalrejo adalah kisah Arya Panangsang (Arya Jipang) yang gugur melawan Sutawijaya (Panembahan Mataram ke-1). Hal inilah yang menyebabkan barisan dalam tarian juga mengikuti kisah tersebut, yaitu manggalayuda yang menggambarkan Sunan Kudus sebagai guru dari Arya Panangsang, wiratama yang menggambarkan pasukan berkuda Arya Panangsang, rimang yang menggambarkan pasukan berkuda Hadiwijaya, tamtama yang menggambarkan pasukan bertombak Sutawijaya, dan pekatik yang menggambarkan pesuruh. 1

Busana dan tata rias

Menurut Suyanti, busana dalam tarian ini telah mengalami perkembangan. Penari Prajuritan dahulu hanya memakai celana kain dan ngligo (tidak memakai baju). Busana yang dipakai oleh penari bagian prajurit saat ini terdiri dari celana, kain loreng, beskap, songkok, dan sampur, sedangkan penari bagian Manggalayuda (pemimpin perang atau pemimpin barisan) menggunakan celana, kain loreng, beskap, blangkon, dan keris. Tari tersebut dahulu diperankan oleh laki-laki maupun perempuan, tetapi sekarang hanya laki-laki saja. Hal inilah yang menyebabkan tata rias yang digunakan adalah riasan laki-laki. Analisis yang dilakukan oleh Sujatmi turut mengungkapkan jika tata rias tarian ini telah mengalami perkembangan. Dahulu riasan yang digunakan masih menggunakan singwit (bubuk warna) untuk menghias wajah; langes (jelaga) untuk mempertebal kumis, cambang, dan alis; serta gincu untuk memerahkan bibir dan pipi. Namun, saat ini telah menggunakan bedak, pensil alis, lulur bedak, lipstik, dan kosmetik pemerah pipi. Novriawan menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan tata rias antara prajurit dan Manggalayuda. Bentuk alis kedua karakter tersebut dipertebal dan diberi bentuk agak runcing di bagian ujung dan atasnya, kelopak mata diberi perona, kumis dibentuk menyesuaikan bentuk bibir, dan pipi diberi pewarna untuk memberikan kesan cerah. Jazuli menambahkan jika busana dan tata rias itu menggambarkan para prajurit Jawa yang akan berperang dan melindungi pemimpinnya. Adapun makna yang terkandung di dalamnya meliputi kebersamaan, kekompakan, dan patriotisme. 1

Gerakan dan alat musik

Gerakan yang dilakukan dalam tari Prajuritan antara lain: 1

Lumaksana, bermakna bahwa manusia harus bertanggung jawab melaksanakan tugasnya dan selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa. Merong megar, bermakna bahwa manusia harus selalu melihat berbagai sisi dalam menjalankan kewajibannya. Garuda nglayang, bermakna bahwa tindakan apa pun yang dilakukan oleh manusia harus melihat tatanan negara. Gerakan ini diambil dari lambang Indonesia, yaitu burung garuda. Nyongklang, bermakna manusia yang melakukan perjalanan dalam mengemban tugas. Gedrug, bermakna kesadaran manusia atas kehidupan yang ada di muka bumi. Sendal pancing, bermakna bahwa seseorang harus menghadapi berbagai persoalan dengan sabar dan tidak terburu-buru. Lumbung, bermakna bahwa semua hasil pekerjaan agar digunakan dan disimpan dengan baik. Septiani turut memperjelas jika tarian ini awalnya hanya berupa gerakan saja, tanpa menggunakan tombak, pedang, dan tameng yang terbuat dari kayu. Namun, peralatan tersebut saat ini telah dipakai oleh penari sebagai simbol perang, sedangkan Manggalayuda hanya membawa peluit sebagai penanda pergantian gerakan. Adapun alat musik yang dipakai untuk mengiringi tari Prajuritan antara lain: 1

Jedhor, yaitu beduk berukuran kecil yang terbuat dari kayu jati dan kedua sisinya ditutup menggunakan kulit kambing. Pemukulnya terbuat dari kayu jati yang dililit karet hitam di ujungnya. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Prajuritan”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Prajuritan Dance is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Tari Prajuritan · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?

Other rooms in Dance

Same family · with a photograph