Family unrecorded

Srimpi Pandhelori

Indonesia

Srimpi Pandhelori adalah jenis tari Srimpi asal Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang diperkirakan diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877).

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Srimpi Pandhelori+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Srimpi Pandhelori

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Srimpi Pandhelori adalah jenis tari Srimpi asal Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang diperkirakan diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877).

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Naskah TariNaskah tari Srimpi Pandhelori dimuat pada Serat Pasindhen Bedhaya Utawi Srimpi.
Musik PengiringSrimpi Pandhelori mengambil nama dari gendhing pengiringnya, Gendhing Pandhelori.
Ragam GerakSrimpi Pandhelori dibawakan dengan 22 ragam gerak.
Tata Busana dan RiasTata busana dan riasan penari Srimpi Pandhelori awalnya mengacu pada busana paes ageng seperti yang diterapkan pada pengantin putri lengkap dengan gelung bokor dan paes prada.
Common Questions Answered on Record
What is Srimpi Pandhelori in plain words?

Srimpi Pandhelori adalah jenis tari Srimpi asal Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang diperkirakan diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877).

Where is Srimpi Pandhelori practised or documented?

Sources on this page place Srimpi Pandhelori in Indonesia.

What is the current condition of Srimpi Pandhelori today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Srimpi Pandhelori entry?

Cite as: "Srimpi Pandhelori." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/srimpi-pandhelori, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Srimpi Pandhelori adalah jenis tari Srimpi asal Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang diperkirakan diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877). Pandhelori berasal dari istilah pandhe (pembuat perkakas dari besi) dan lori (gada berukuran kecil). Srimpi Pandhelori dibawakan dengan anggun oleh empat penari putri yang mengenakan senjata berupa pistol. Selain pistol digunakan pula jemparing (panah), jebeng (tameng), atau cundrik (keris kecil). Srimpi Pandhelori mengambil cuplikan kisah Serat Menak yang bercerita tentang pertarungan Dewi Kadarwati melawan Dewi Ngumyumadikin. Dalam versi lain, juga disebutkan pertarungan Dewi Sudarawerti melawan Dewi Sirtupilaeli. Karena keduanya sama-sama kuat, pertarungan yang berlangsung sengit itu berakhir damai. 1

Naskah Tari

Naskah tari Srimpi Pandhelori dimuat pada Serat Pasindhen Bedhaya Utawi Srimpi. Naskah yang digunakan pada masa kini merupakan naskah yang disalin pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939). Naskah tari tersebut memuat teks sindhenan (lirik vokal) yang dinyanyikan untuk mengiringi tarian bedhaya atau srimpi di Keraton Yogyakarta. Naskah tersebut dimiliki oleh Keraton Yogyakarta dan disimpan di perpustakaan KHP Kridamardhawa. 1

Musik Pengiring

Srimpi Pandhelori mengambil nama dari gendhing pengiringnya, Gendhing Pandhelori. Gendhing Pandhelori dibawakan dengan seperangkat gamelan dan tambahan instrumen musik barat. Instrumen musik barat yang digunakan diantaranya biola, terompet, trombon dan tambur. Instrumen tersebut dimainkan untuk mengiringi bagian Kapang-kapang Srimpi, saat penari berbaris masuk dan keluar dari ruang pementasan. 1

Ragam Gerak

Srimpi Pandhelori dibawakan dengan 22 ragam gerak. Ragam gerak tersebut terdiri dari kapang-kapang maju gawang, sila panggung, sendi panggel, jangkung miling, sendi gedruk, dhuduk wuluh, lampah sekar tawang, pendapan nyangkol udet, pudak mekar, tinting encot-encot, tasikan kengser, gajah oleng, ngunduh sekar, sendi gedruk, kicat mandhe udhet, ulap-ulap cathok, encot-encot, ndawah, kicat boyong, nggurdho jengkeng, nglayang, dan kapang-kapang mundur gawang. Tiap ragam gerak mencerminkan makna simbolis, misalnya sila panggung menunjukkan sikap siap seorang penari saat berada di ruang pementasan. Lampah sekar tawang menampilkan seorang penari yang berjalan dengan indah. Tinting menggambarkan penari yang tengah berlari. Tasikan kengser menggambarkan seorang penari yang tengah bersolek. Gajah oleng menggambarkan seekor gajah yang berguling-guling sembari memainkan belalai. Ulap-ulap menggambarkan melihat lawan dari kejauhan. Nglayang menggambarkan sikap rendah hati. 1

Tata Busana dan Rias

Tata busana dan riasan penari Srimpi Pandhelori awalnya mengacu pada busana paes ageng seperti yang diterapkan pada pengantin putri lengkap dengan gelung bokor dan paes prada. Adapun busana yang sering digunakan saat ini berupa baju rompi dengan sulam bordir keemasan, ditambah dengan aksesoris berupa jamang dengan hiasan bulu burung kasuari, kelat bahu, sabuk, dan sinjang pola seredan. Penari menggunakan rias jaitan dengan sanggul gelung sinyong yang diberi motif hiasan bunga melati. 1

Perkembangan

Srimpi Pandhelori cukup populer karena digunakan sebagai bahan ajar penari putri saat tari keraton mulai diajarkan di luar lingkup istana pada awal abad ke-20. Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1940-1988), seni pertunjukan keraton banyak mengalami penyederhanaan. Srimpi Pandhelori yang dahulunya digelar dengan durasi waktu lebih dari satu jam dipadatkan hingga 30 menit. Srimpi Pandhelori yang semula hanya dipentaskan pada saat tertentu dan untuk kalangan terbatas, kemudian menjadi lebih terbuka bagi masyarakat umum. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Srimpi Pandhelori”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Srimpi Pandhelori is Indonesian traditional dance from Yogyakarta, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Srimpi Pandhelori · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.