Tangis Dilo adalah salah satu kesenian asli dari Suku Alas yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara. kesenian ini biasa disenandungkan pada acara-acara adat seperti tepung tawar, penyambutan, dan perkawinan.
No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Tangis Dilo adalah salah satu kesenian asli dari Suku Alas yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara.
01 · What it is
Living Tradition
Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.
02 · Where & name
Indonesia
Placed on record in Indonesia.
03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)
Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
04 · Proof & reuse
2 cited sources
Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.
Chapter Takeaways
Cara Melantunkan SyairTangis Dilo dilantunkan oleh seorang prempuan yang esok pagi akan menikah, syair dilantukan oleh si wanita dengan keadaan menangis dan bersujud dipangkuan ibunya sambil merenungkan/menyesali tingkah lakunya selama dia…
Syairberikut adalah sepenggal syair yang dilantunkan dalam kesenian Tangis Dilo dalam Bahasa Alas.
Common Questions Answered on Record
What is Tangis Dilo in plain words?
Tangis Dilo adalah salah satu kesenian asli dari Suku Alas yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara.
Where is Tangis Dilo practised or documented?
Sources on this page place Tangis Dilo in Indonesia.
What is the current condition of Tangis Dilo today?
□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
How do I cite or share this Tangis Dilo entry?
Cite as: "Tangis Dilo." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tangis-dilo, text CC BY-SA, with attribution.
Tangis Dilo adalah salah satu kesenian asli dari Suku Alas yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara. kesenian ini biasa disenandungkan pada acara-acara adat seperti tepung tawar, penyambutan, dan perkawinan. Tangis Dilo sendiri memiliki arti Tangisan Pengantin perempuan Sebelum Menikah di Waktu Subuh, Tangis artinya Ratapan/Menangis dan Dilo artinya Waktu Subuh (Bahasa Alas), kesenian ini sendiri hampir sama dengan kesenian Sebuku, tetapi ada sedikit perbedaannya, kesenian Sebuku biasanya berisikan ratapan yang mengandung nasihat yang dilantunkan oleh ibu dari mempelai wanita, sedangkan pada Tangis Dilo biasanya ratapan mempelai wanita tentang penyesalan dan permohonan maaf jika selama dia bersama ibunya banyak menyusahkan kedua orang tuanya sekaligus meminta izin untuk menikah. 1
Cara Melantunkan Syair
Tangis Dilo dilantunkan oleh seorang prempuan yang esok pagi akan menikah, syair dilantukan oleh si wanita dengan keadaan menangis dan bersujud dipangkuan ibunya sambil merenungkan/menyesali tingkah lakunya selama dia bersama ibunya, selanjutnya adalah si prempuan memasukkan beras dalam satu sumpit (5 bambu beras), kemudian air di isi dalam satu labu atau ceret. Acara ini dilakukan secara tersendiri dengan ibunya, yaitu disaat waktu subuh. 1
Syair
berikut adalah sepenggal syair yang dilantunkan dalam kesenian Tangis Dilo dalam Bahasa Alas.
Eeuuuhh… heeeuuiiiiiiii, heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. heiieiiieihh…..
Eeuuuhhh…
Aeuheeuuiihh…. Soh me bandu ameeeee eiiieiihh…..
Eiiieiihh… bekhas se selup de ame ku eeuuuhh…
Eeuuuhh… lawe se ntabu de ame ku ame aeehh…
Eiiieiihh… ken tukakh ganti ni anak ndu aku ame eeuuuhaeehh…
Kakhena sekadan wakhi no ameeeee aeiiieiihh….. e anak ndu aku de ame eeuuuhaeehh… senakhen ngantusi aeee… si kekukhangen bandu de ame ku…
Eeuuuhh… heeeuuiiiiiiii, heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tangis Dilo”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tangis Dilo is type of dance, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2