Family unrecorded

Tari Alabadiri

Tari Alabadiri adalah tarian istana tradisional dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Tarian ini diciptakan Raja Markus Dalero dari Tabukan pada abad ke-18 untuk memperingati kemenangannya.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Tari Alabadiri+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Tari Alabadiri

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Tari Alabadiri adalah tarian istana tradisional dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Geography awaiting source

Add a cited source naming the region or community that carries it.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Lihat pula= =Pranala luar = Sastra Lisan Sangir Talaud, kemendikdasmen.go.id Tari Alabadiri, Kab Kepulauan Sangihe
Common Questions Answered on Record
What is Tari Alabadiri in plain words?

Tari Alabadiri adalah tarian istana tradisional dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Where is Tari Alabadiri practised or documented?

No verified geographic place has been linked on record yet — editors can add a cited place from the edit page.

What is the current condition of Tari Alabadiri today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Tari Alabadiri entry?

Cite as: "Tari Alabadiri." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tari-alabadiri, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

1 min read · 2 sources

Tari Alabadiri adalah tarian istana tradisional dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Tarian ini diciptakan Raja Markus Dalero dari Tabukan pada abad ke-18 untuk memperingati kemenangannya. Konon, seorang pejabat Belanda yang kagum menyebutnya Albardir, artinya pengawal, lalu lidah warga Sangihe mengubahnya menjadi Alabadiri. Tarian ini menggambarkan pengawal raja dan dibawakan 13 penari, sesuai jumlah pengawal di atas perahu. Penari laki-laki membawa properti seperti kulubalang dan kaliau, diiringi tambor serta dipimpin seorang pangataseng. Gerakannya terdiri dari beberapa tahap dan sarat makna, misalnya kulubalang yang melambangkan kerukunan rakyat dan pemerintah. Kini Alabadiri dipentaskan untuk menyambut tamu terhormat dan terus dikembangkan menjadi tari kreasi baru. 1

Lihat pula

Tari Tarek Pukat 1

= =Pranala luar = Sastra Lisan Sangir Talaud, kemendikdasmen.go.id Tari Alabadiri, Kab Kepulauan Sangihe 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Alabadiri”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Tari Alabadiri is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Tari Alabadiri · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.