Tari Biteya adalah tarian tradisional Gorontalo yang menggambarkan kehidupan nelayan, mulai dari persiapan hingga menangkap ikan di laut. Kata biteya berasal dari bite, yang berarti dayung, sehingga dimaknai dayunglah sampai ke tujuan.
No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Tari Biteya adalah tarian tradisional Gorontalo yang menggambarkan kehidupan nelayan, mulai dari persiapan hingga menangkap ikan di laut. Kata biteya berasal dari bite, yang berarti dayung, sehingga dimaknai dayunglah sampai ke tujuan. Gerakannya menyerupai orang mendayung dan mencerminkan kerja keras masyarakat pesisir. Penarinya biasanya lima hingga tujuh pasang laki-laki dan perempuan, berbusana nelayan serba hitam dengan ikat kepala dan sarung. Properti yang dipakai antara lain perahu, dayung, dan jala. Iringannya memadukan musik tradisional, musik modern, dan suara gemuruh laut. Tarian ini telah diwariskan secara turun-temurun. Tarian ini juga tampil menyambut tamu penting. Sejak 2010, Biteya tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Selain untuk memanjatkan rasa syukur pada Tuhan, tarian Gorontalo ini juga dijadikan sebagai hiburan dan juga untuk menyambut tamu penting yang datang ke wilayah Gorontalo. 1
Lihat pula
Tari Tarek Pukat 1
= =Pranala luar =
Tari Biteya Gorontalo
Tari Biteya Warnai Pembukaan PENAS XVII, Angkat Peran Laut dalam Ketahanan Pangan Nasional 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Biteya”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Biteya is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2