Tari bujang gadis Palembang merupakan tari kreasi yang menggambarkan keceriaan muda-mudi dan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Keceriaan ini terlihat dari gerakan tari yang bertumpu pada gerakan kaki seperti, melompat, berbaur, dan mengubah formasi. Meski berbaur, gerakan penari laki-laki akan terus mengikuti kelompoknya, begitupun sebaliknya bagi penari perempuan.
Dari segi kostum, penari bujang gadis Palembang mengenakan pakaian khas Sumatera Selatan. Penari perempuan mengenakan baju kurung dengan bawahan kain songket Palembang dengan warna motif emas. Sementara para penari laki-laki mengenakan rompi berwarna cerah yang bagian bawahnya juga dibalut dengan kain songket.
Di bagian atas, penari perempuan menggunakan penutup kepala sementara penari laki-laki dibalut dengan ikat kepala yang kedua dihiasi dengan bulu burung cenderawasih sebagai simbol kecantikan. Sementara, rebana kecil menjadi satu-satunya properti yang digunakan dalam pementasan tari bujang gadis beladas.Sama halnya dengan garapan seni kontemporer lainnya, musik yang mengiringi tari bujang gadis beladas adalah musik yang bersumber dari perpaduan berbagai alat musik, baik tradisional maupun yang sudah modern. Alat musik tradisional ini antara lain berupa, jimbe, kendang, dan akordian sebagai ciri khas utama dalam setiap garapan musik Melayu Sumatera.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari bujang gadis”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Tari bujang gadis palembang is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1