The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Lio adalah sebuah tarian daerah dari suku Lio yang beranggotakan 15 penari bahkan lebih dan tak terbatas. Tarian ini mengekspresikan rasa lewat tatanan gerak dalam irama musik dan lagu. Penari biasanya memakai pakaian tradisional suku Lio atau sesuai kebutuhan. Ketika menari para penari membentuk lingkaran besar kemudian menari terus menerus dalam lingkaran. 1
Tata Gerak Tari
Dilihat dari tata gerak dan bentuknya, tarian adat Lio dapat dibagikan beberapa jenis di antaranya yaitu: 1
Toja: Kelompok Penari menarikan sebuah tarian yang telah ditatar dalam bentuk ragam dan irama musik / lagu untuk suatu penampilan yang resmi Wanda: Penari dengan gayanya masing-masing, menari mengikuti irama musik / lagu dalam suatu kelompok atau perorangan. Wedho: Menari dengan gaya bebas dengan mengandalkan gerak kaki seakan -akan melompat.- Woge: Gerak tari dengan mengandalkan kelincahan kaki dengan penuh energi dan dinamis, dilengkapi dengan sarana mbaku dan sau atau perisai dan pedang /parang. Gawi: Gerak tari dengan menyentakkan kaki pada tanah. Untuk istilah Toja dan Wanda sebenarnya sama arti yaitu menari, hanya cara dan fungsinya berbeda dan kata wanda dalam suku Lio berarti Toja. 1
Kreasi Tarian
Dari generasi ke generasi para instruktur tari/ penata tari telah banyak menciptakan tarian di antaranya yaitu: a. Gawi/Naro Jenis tarian ini berbentuk lingkaran mengelilingi tubu musu dengan cara berpegangan tangan dan menyentakkan kaki dalam bentuk dua macam ragam yaitu Ngendo dan Rudhu atau ragam mundur dan maju. Dalam komposisi bentuk gawi ada bagian -bagiannya yaitu: 1
Eko Wawi - Sodha Sike - Ana Jara Naku Ae Wanda Pau Ulu Susunan dalam Gawi dalam setiap penampilan adalah sebagai berikut: Mega Rema Ba - Oro e - Sodha - Ndeo Oro.Waktu dan jumlah peserta tari gawi / naro tidak ditentukan dan tarian ini biasa diadakan di Koja Kanga pada acara Nggua / seremonial adat, bagi peserta gawi diwajibkan ikut bernyanyi pada bagian oro b.Tekka Se Tarian ini bentuknya seperti Gawi/ naro, hanya berupa gerakan kakinya satu ragam dan gerakan putaran lebih cepat dari gawi/ naro. Keunikan dari tekka se, pada bagian tengah lingkaran dinyalakan dengan bara api atau api unggun dan tarian ini diadakan pada setiap acara seremonial di wilayah Nangapanda dan sekitarnya. c. Wanda/ Toju Paü Tarian massa penampilan secara perorangan/ individual dalam suatu acara, biasanya menari dengan selendang diiringi dengan musik Nggo wani/ Lamba atau musik feko genda. Biasanya bila penari wanita selesai menari, dia harus memberikan selendang tersebut kepada laki-laki, atau lebih khususnya yaitu Ana Noö, demikian sebaliknya Ana Noö memberi selendang kepada ada eda/ bele untuk menari d. Neku Wenggu Tarian ini berbentuk arak-arakan oleh sekelompok penari dalam acara penjemputan atau mengantar sarana paÄ loka/ sesajian atau para tamu dan lain-lain. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Ende Lio”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Ende Lio is Indonesian Traditional Dance, according to the structured record cited below. This entry was generated automatically from that record and has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2