Family unrecorded

Tari Endeng-Endeng

Indonesia

Tari Endeng-endeng adalah salah satu bentuk kesenian tari di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Tari Endeng-endeng merupakan perpaduan antara Seni Burdah dari etnis Melayu dengan Tor-tor Onang-onang dari Tapanuli Selatan.

Gendang pakpung atau Gendang Melayu merupakan salah satu alat musik tradisional Melayu yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini termasuk bagian dari ensamble musik Melayu selain dari kontra bass dan accordion. Alat musik ini digunakan oleh Sauti untuk menciptakan musik…
Photo: Museumdaerah.deliserdang · CC BY-SA 4.0+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Tari Endeng-Endeng

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Tari Endeng-endeng adalah salah satu bentuk kesenian tari di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
EtimologiBila merujuk pada masyarakat Labuhan Batu Utara, kata Endeng- endeng tidak memiliki makan dan hanya sebuah kiasan yang tidak digunakan dalam bahasa sehari-hari.
SejarahTarian ini muncul pada tahun 1980-an dan merupakan perpaduan antara kesenian Burdah dari suku Melayu pesisir yang tinggal di Labuhan Batu Utara dengan Onang-onang yang berasal dari Suku Mandailing.
GerakanGerakan tarian ini dapat dilakukan gerakan telapak tangan yang membuka dan menutup serta menggenggam.
Iringan alat musikPada awalnya, iringan tarian ini diiringi oleh hanya alat musik Pakpung dan rebana.
Common Questions Answered on Record
What is Tari Endeng-Endeng in plain words?

Tari Endeng-endeng adalah salah satu bentuk kesenian tari di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara.

Where is Tari Endeng-Endeng practised or documented?

Sources on this page place Tari Endeng-Endeng in Indonesia.

What is the current condition of Tari Endeng-Endeng today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Tari Endeng-Endeng entry?

Cite as: "Tari Endeng-Endeng." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tari-endeng-endeng, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Tari Endeng-endeng adalah salah satu bentuk kesenian tari di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Tari Endeng-endeng merupakan perpaduan antara Seni Burdah dari etnis Melayu dengan Tor-tor Onang-onang dari Tapanuli Selatan. Tari Endeng-endeng berfungsi sebagai tari hiburan, dan sebagai sarana untuk mengungkapkan kegembiraan dalam pergaulan. Makna tari Endeng-endeng dalam penelitian ini dikaji melalui syair lagu yang dinyanyikan sebagai iringan dalam tari Endeng-endeng. Waktu menyajikan tari Endeng-endeng terbagi dua, yaitu pada waktu malam hari setelah acara kenduri (syukuran), dan siang hari dilakukan setelah acara Mengupah-upah, hingga selesai. Pelaksanaan tari ini berakhir ketika seluruh rangkaian sistem kekerabatan selesai menari. Cara menyajikan tari Endeng-endeng pada malam hari dan siang hari adalah sama, sesuai urutan dalam sistem kekerabatan. Perbedaan terletak pada urutan acara, yaitu jika malam hari dilakukan sebelum kenduri setelah acara tepung tawar, sedangkan pada siang hari dilakukan setelah acara mengupah-upah. Gerak yang dilakukan oleh seluruh pihak dalam sistem kekerabatan adalah sama, yaitu gerak telapak tangan membuka dan menutup serta menggenggam. Instrumen musik yang digunakan sebagai iringan adalah perpaduan dari alat musik etnis Melayu yaitu gendang Pak Pung dan rebana dengan kibor, drum dan gitar. 1

Etimologi

Bila merujuk pada masyarakat Labuhan Batu Utara, kata Endeng- endeng tidak memiliki makan dan hanya sebuah kiasan yang tidak digunakan dalam bahasa sehari-hari. Namun, bila merujuk dari penggunaan oleh mayarakat Tapanuli Selatan, nama ini diserap dari kata "Ende", yang memiliki arti sebagai lagu. Selain itu, menurut Ginting, Endeng-endeng merupakan judul sebuah lagu yang berisi syair sindiran. Akan tetapi, karena lagu ini sangat digemari masyarakat, maka dibuatlah tarian untuk menemani lagu ini. 1

Sejarah

Tarian ini muncul pada tahun 1980-an dan merupakan perpaduan antara kesenian Burdah dari suku Melayu pesisir yang tinggal di Labuhan Batu Utara dengan Onang-onang yang berasal dari Suku Mandailing. 1

Gerakan

Gerakan tarian ini dapat dilakukan gerakan telapak tangan yang membuka dan menutup serta menggenggam. Bentuk gerakan ini diperkirakan merupakan unsur yang diambil dari gerakan pada tarian Onang-onang. 1

Iringan alat musik

Pada awalnya, iringan tarian ini diiringi oleh hanya alat musik Pakpung dan rebana. Namun, karena inovasi musik modern, tarian ini kini juga diringi dengan papan tombol, drum serta gitar. 1

Pakaian

Tarian ini memiliki ciri khas yang cukup unik dari bentuk penutup kepala yang mereka gunakan dalam tarian. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Endeng-endeng”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Tari Endeng-Endeng is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?