The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari gegerit adalah tarian tradisional yang berasal dari kabupaten lahat, provinsi sumatra selatan, indonesia. tarian ini menceritakan tentang perjuangan kaum perempuan dalam menghadapi penjajahan, dengan gerakan cenderung patah patah dan kaku, tergambar dari posisi setengah jongkok sambil terius memainkan sayap-sayap di bahu. diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat lahat, tarian ini menjadi salah satu ekspresi budaya sekaligus catatan sejarah perlawanan yang paling khas dari daerah tersebut. 1
Asal Usul dan Sejarah
Tari Gegerit berasal dari Desa Besemah di Kabupaten Lahat, sebuah daerah yang dikenal pernah mengalami konflik pada masa kolonial Belanda. Tarian ini tidak hanya lahir dari tradisi seni pertunjukan, tetapi juga berkaitan erat dengan peristiwa sejarah yang dialami masyarakat Lahat pada masa penjajahan. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat Lahat, pada zaman kolonial Belanda para perempuan pejuang disebut pernah menyamar sebagai penari ketika berhadapan dengan tentara penjajah. Mereka membawa senjata tradisional bernama kudok pisau khas Sumatera Selatan yang tersembunyi di balik kostum tari. Pada akhir pertunjukan, senjata tersebut dikeluarkan sebagai bentuk perlawanan. Unsur inilah yang kemudian masuk ke dalam koreografi Tari Gegerit sebagai simbol perlawanan dan keberanian. Dalam perkembangannya, tarian ini juga difungsikan sebagai tari penyambutan tamu agung serta hiburan dalam acara perkawinan, khitanan, dan peresmian gedung. 1
Makna dan Pesan
Kata Gegerit berasal dari bahasa lokal Lahat yang berarti lelah, capek, atau kaku. Pengertian kaku merujuk pada gerakan tari yang cenderung patah-patah, menggambarkan kondisi tubuh yang kehabisan tenaga namun tetap berusaha bergerak. Makna ini secara lebih luas dipahami sebagai gambaran ketabahan perempuan yang tidak menyerah meskipun berada dalam tekanan. Tari Gegerit mengandung pesan tentang semangat perlawanan, kegigihan, dan kekuatan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Pesan tersebut dinilai masih relevan hingga saat ini, mengingat isu peran dan kesetaraan perempuan di masyarakat masih terus menjadi perbincangan. Selain itu, tarian ini juga menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa perjuangan tidak selalu berarti perang fisik, melainkan juga perjuangan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. 1
Pementasan, Gerakan, dan Kostum
Tari Gegerit umumnya dibawakan oleh empat orang penari perempuan yang mengenakan baju adat Lahat berwarna merah marun. Pada bagian bahu terdapat kain songket yang menyerupai sayap, sementara kepala dihiasi dengan berbagai ornamen seperti ayun-ayun, cempako, pilis, dan teratai. Penari juga mengenakan kalung serta ikat pinggang berwarna emas yang mempertegas tampilan secara keseluruhan. Gerakan utama tarian ini adalah postur mendak atau setengah jongkok yang dipertahankan sepanjang pertunjukan, sambil memainkan sayap-sayap di bahu. Gerakan sayap melambangkan kesiapsiagaan, sementara aksi mengeluarkan kudok pada bagian akhir tarian menjadi puncak dramatik pertunjukan. Tarian ini diiringi alat musik pukul tradisional berupa kenong, dol, dan gendang yang menghasilkan irama menghentak, selaras dengan karakter gerakan yang tegas. 1
Pelestarian
Tari Gegerit merupakan tarian yang sejak dahulu ditarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Lahat. Namun, keberadaannya saat ini terancam punah karena semakin jarang dipentaskan dan minimnya regenerasi pelaku seni yang mempelajarinya. Sejumlah upaya pelestarian telah dilakukan, antara lain pendokumentasian melalui video dan tulisan, pelatihan di sekolah dan sanggar budaya, serta penampilan dalam festival budaya daerah. Upaya pendaftaran sebagai kekayaan intelektual juga dilakukan guna mendorong perlindungan hukum terhadap tarian ini. Tari Gegerit dipandang bukan sekadar warisan seni pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari catatan sejarah lokal tentang peran perempuan dalam perjuangan bangsa. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Gegerit”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Gegerit is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2