The tradition & historical record
2 min read · 2 sourcesTari Gitek Balen adalah tarian kreasi baru dari budaya suku Betawi di Jakarta yang menggambarkan semangat transisi gadis remaja menuju kedewasaan. Nama tari ini berasal dari istilah bahasa Betawi, yaitu gitek berarti “goyang”, dan balen yang berarti ‘bergan-tian’, merujuk pada pola tabuhan dalam musik gamelan ajeng khas Betawi. 1
Asal-Usul
Tari ini diciptakan oleh Abdurachem pada dekade 1970-an. Awalnya, tarian ini dibawakan secara solo, tetapi kemudian dikembangkan menjadi pertunjukan berkelompok sebanyak maksimal 3 orang karena unsur modernisasi zaman. Selain itu, Gitek Balen sering tampil dalam berbagai acara Betawi, mulai dari festival budaya hingga pentas kesenian. 1
Ragam Gerak
Gerakan pertama dalam Tari Gitek Balen adalah embah, yang menggambarkan keanggunan dan kelembutan. Dalam gerakan ini, penari melakukan gerakan tangan dan tubuh dengan lembut dan gemulai, menciptakan suasana yang menenangkan dan halus. Kemudian terdapat gerakan senda, yang menunjukkan semangat dan keceriaan. Penari bergerak dengan dinamis dan sering kali melompat atau bergerak cepat, memperlihatkan vitalitas remaja Betawi. Gerakan nembang lebih menekankan pada ekspresi wajah dan vokal. Dalam bagian ini, penari menggabungkan nyanyian dengan gestur tangan dan wajah. Selanjutnya adalah ngeleng, gerakan khas yang melibatkan gerakan kepala, seperti menggeleng dengan cepat atau memutar kepala dengan lembut ke samping. Gerakan ini menjadi ciri khas dari tari Gitek Balen. Terakhir, gerakan joged berfungsi sebagai bentuk interaksi antara penari dan penonton. 1
Ciri Khas
Tarian ini memadukan goyangan pinggul, putaran tangan, tepukan dada, dan gerakan kepala (ngeleng). Gerakan semacam embadah dan senda menunjukkan keceriaan. Sedangkan, nembang menonjolkan ekspresi melalui vokal dan mimik. 1
Musik Pengiring
Musik pengiring tari Gitek Balen menggunakan orkes gamelan ajeng Betawi yang dikenal dengan pola tabuhan “balen”, yaitu pola pukulan yang dinamis dan berulang. Iringan musiknya bisa disesuaikan dengan komponensi modern dan gerakan kelincahan para penari. 1
Busana
Pakaian yang sering dipakai dalam tari Gitek Balen Betawi adalah busana adat Betawi seperti kebaya encim untuk wanita, serta koko putih atau jas hitam untuk pria, lengkap dengan celana panjang dan kopiah. Penari biasanya mengenakan kebaya encim berwarna cerah, seperti merah, kuning, atau hijau. Properti yang biasanya digunakan dalam tarian ini adalah kipas atau selendang. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Gitek Balen”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Gitek Balen is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2