The tradition & historical record
4 min read · 2 sourcesPengertian
Tari Hadegha atau Tari Hadera merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang berkembang dalam masyarakat Lampung Saibatin, terutama di kawasan Pesisir Lampung. Kesenian ini memiliki corak keislaman dan dalam penyajiannya memadukan tiga unsur utama, yaitu lagu atau syair, tabuhan alat musik, dan gerak tari. Penelitian mengenai Hadra pada masyarakat Lampung Saibatin menempatkan ketiga unsur tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bentuk pertunjukannya. Istilah Hadra dalam kesenian Lampung berkaitan dengan kesenian bernuansa Islam yang berkembang di wilayah Pesisir. Bentuk keseniannya tidak hanya berupa tari, tetapi juga mencakup musik dan sastra melalui lagu atau syair. Dalam kajian masyarakat Lampung Saibatin, Hadra dipahami sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang memperlihatkan pertemuan antara tradisi masyarakat Lampung dan pengaruh Islam. Dalam penyajiannya, unsur musik Hadra umumnya menggunakan rebana sebagai alat musik pengiring. Penelitian mengenai tradisi seni tari Hadra di Kabupaten Pesisir Barat menyebut bahwa rebana menjadi alat musik utama, sementara pada beberapa bentuk penyajian terdapat pula penggunaan alat musik kulintang atau gulintang. Penggunaan alat musik tersebut dapat berbeda menurut kelompok dan wilayah penyelenggaraannya. Syair atau lagu dalam Hadra memiliki kedudukan penting dalam pertunjukan. Isi syair berkaitan dengan ajaran dan ekspresi keagamaan Islam, antara lain pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad, nasihat mengenai kehidupan, serta ajaran untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Melalui unsur sastra tersebut, Hadra berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan keagamaan dalam lingkungan masyarakat. Gerak tari merupakan unsur ketiga dalam kesenian Hadra. 1
Fungsi dan makna
Tari Hadegha/Hadera memiliki fungsi yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Lampung Saibatin. Dalam penelitian mengenai Hadra di Lampung Saibatin, makna kesenian tersebut antara lain berkaitan dengan pujian terhadap Allah, kerinduan kepada Nabi Muhammad, nasihat mengenai bahaya dosa, ajaran menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, serta ajaran untuk saling menghormati dan bertatakrama. Dalam kehidupan masyarakat, Hadra dapat dipertunjukkan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Kajian mengenai Hadra di Lampung Saibatin mencatat penggunaannya dalam acara perkawinan dan peringatan hari-hari besar Islam. Sementara itu, penelitian di Kabupaten Pesisir Barat mencatat pertunjukan Hadra dalam kegiatan penyambutan tamu yang dihormati, perkawinan, khitanan, dan perayaan Idulfitri. Pada sebagian masyarakat Pesisir Barat, Hadra juga berkaitan dengan rangkaian perkawinan adat. Penelitian mengenai tradisi ini mencatat bahwa pada masa lalu Hadra digunakan dalam kegiatan buantak, yaitu mengantarkan pengantin dari rumah kepala marga Saibatin menuju tempat pelaksanaan upacara perkawinan. Dalam konteks tersebut, pertunjukan Hadra berfungsi sebagai pendukung suasana dan penyemarak upacara sekaligus memberikan nuansa religius. Penelitian mengenai fungsi sosial Hadra di masyarakat Dusun Negara Batin, Pekon Lombok, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, menunjukkan bahwa kesenian tersebut juga berperan dalam memperkuat solidaritas dan hubungan antarwarga. Hadra dipandang sebagai sarana perekat sosial serta salah satu media untuk mempertahankan dan mewariskan nilai budaya dan keagamaan kepada masyarakat. 1
Perkembangan dan pelestarian
Hadra merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang masih dipertahankan dalam masyarakat Lampung Saibatin. Penelitian di Lampung Barat menunjukkan bahwa kesenian tersebut tetap berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan kegiatan sosial-keagamaan. Keberlangsungannya juga terlihat dari keberadaan kelompok-kelompok Hadra yang masih melakukan pertunjukan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Pelestarian Hadra tidak hanya berlangsung melalui pertunjukan, tetapi juga melalui pewarisan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat. Penelitian mengenai Hadra di Lumbok Seminung menunjukkan bahwa kesenian tersebut memiliki fungsi dalam mempertahankan nilai budaya dan agama sekaligus memperkuat integrasi sosial masyarakat. Dalam perkembangannya, bentuk penyajian Hadra dapat menunjukkan variasi antardaerah. Penelitian mengenai Pesisir Barat mencatat adanya perbedaan penggunaan alat musik, konteks pertunjukan, serta kelompok pelaku antara wilayah yang diteliti. Karena itu, istilah Hadra tidak selalu menunjuk pada satu bentuk koreografi atau susunan pertunjukan yang sepenuhnya seragam di seluruh wilayah Lampung. 1
Lihat pula
Lampung Saibatin Budaya Lampung Tari tradisional Lampung Rebana 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari hadegha”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari hadegha is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2