The tradition & historical record
2 min read · 2 sourcesTari Ittar Muli adalah tari tradisional yang berkembang di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Tari ini terinspirasi dari rangkaian perkawinan adat masyarakat Abung Siwo Mego, khususnya prosesi bebekas atau ngittarken yang berkaitan dengan pelepasan dan penyerahan pengantin perempuan kepada keluarga pihak laki-laki. 1
Latar belakang
Tari Ittar Muli berangkat dari kehidupan masyarakat Lampung Tengah dan rangkaian upacara perkawinan adat Pineng Ngerabung Sanggar. Dalam pelaksanaannya, upacara adat tersebut memiliki rangkaian gawi yang berlangsung di lingkungan keluarga pihak perempuan dan pihak laki-laki. Salah satu rangkaian yang menjadi sumber inspirasi Tari Ittar Muli adalah bebekas atau ngittarken, yaitu prosesi yang berkaitan dengan pelepasan dan penyerahan pengantin perempuan kepada keluarga mempelai laki-laki. 1
Makna dan tema
Tari Ittar Muli menggambarkan kehidupan perempuan Lampung dalam rangkaian perkawinan adat. Salah satu aktivitas yang direpresentasikan dalam tari adalah kegiatan calon pengantin perempuan bersama rekan-rekannya dalam membuat kain tapis. Tapis tersebut kemudian berkaitan dengan kebutuhan dalam rangkaian perkawinan dan seserahan kepada pihak mempelai laki-laki. Penggambaran tersebut berkaitan dengan latar budaya Tari Ittar Muli yang mengambil unsur dari kehidupan perempuan dan prosesi perkawinan adat masyarakat Lampung Tengah. Dengan demikian, tari ini tidak hanya menampilkan gerak tari, tetapi juga merepresentasikan bagian tertentu dari kehidupan sosial dan adat masyarakat yang menjadi sumber penciptaannya. 1
Musik pengiring
Tari Ittar Muli diiringi oleh sejumlah alat musik tradisional Lampung. Instrumen yang digunakan antara lain kulintang, rebana, beduk, gong, dan canang. Instrumen tersebut digunakan untuk mengiringi gerak tari dan membentuk irama pertunjukan. 1
Busana dan properti
Busana Tari Ittar Muli terdiri atas beberapa bagian yang digunakan untuk membentuk penampilan penari perempuan. Busana tersebut meliputi baju, celana, kamisol, penutup dada bordir, bebe, pundakan, sarung, sanggul, siger kecil, gaharu kreasi, anting, dan penekan jidat. Dalam pertunjukannya, Tari Ittar Muli juga menggunakan sarung tapis dan selendang putih sebagai properti. Kain tapis memiliki hubungan dengan tema tari karena berkaitan dengan aktivitas pembuatan tapis oleh calon pengantin perempuan bersama rekan-rekannya serta penggunaannya dalam rangkaian perkawinan adat. 1
Pertunjukan
Tari Ittar Muli ditampilkan secara berkelompok dan menggambarkan sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan perempuan dalam persiapan perkawinan adat. Gerak tari disusun berdasarkan aktivitas dan rangkaian adat yang menjadi sumber penciptaannya. Penggambaran prosesi bebekas atau ngittarken menjadi salah satu unsur penting dalam hubungan antara Tari Ittar Muli dan tradisi perkawinan adat masyarakat Lampung Tengah. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari ittar mulei”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari ittar mulei is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2