The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Jauk Keras merupakan varian dari tari Jauk Bali yang dikenal karena karakternya yang jauh lebih bringas, keras, dan energik dibandingkan dengan Tari Jauk Manis. Tarian ini melambangkan sosok raksasa atau raja yang kejam dan bengis, menampilkan kepribadian yang sangat tegas dan penuh keberingasan. Karakter garang ini pada umumnya ditarikan oleh laki-laki dan diklasifikasikan sebagai tarian putra keras (igel muani keras) yang umumnya ditampilkan secara solo. Penari Jauk Keras akan mengenakan pakaian sebagai awiran berlapis-lapis, dipadukan dengan jauk ikal dan kemeja dengan kuku panjang diperkuat melalui topeng yang digunakan, yang umumnya berwarna merah, dilengkapi kumis, dan memiliki ekspresi mata melotot, yang menonjolkan sifat kewibawaan dan kegarangan. Secara teknis, Tari Jauk Keras ditandai oleh gerakan yang kuat, termasuk getaran jari tangan yang keras dan tepukan yang tegas, serta diiringi oleh gamelan gong dengan tempo yang cepat. Tarian ini secara keseluruhan mencerminkan perwujudan Dewa atau sosok raksasa yang gagah, kuat, dan penuh kewibawaan. 1
Deskripsi
Tari Jauk Keras secara spesifik menggambarkan gerak-gerik Kala Durga dalam wujud raksasa, yang ditandai dengan wajah seram, mulut menganga, rambut gimbrang, dan kuku panjang. Meskipun demikian, tarian ini tetap mempertahankan karakter kegagahan, kewibawaan, dan keagungan sebagai perwujudan dewa. Ciri khas gerak yang sangat menonjol dari Jauk Keras adalah getaran jari tangan yang keras, yang dikenal sebagai gegirahan. Iringan musik yang digunakan sama dengan tari Rangda, yaitu gending bapang durga atau bapang rangda. 1
Karateristik
Tarian ini memiliki gerak yang khas, meskipun tetap mempertahankan struktur pertunjukan tari klasik yang baku, yaitu pepeson, pengadeng (pengawak), dan pekaad. Kekhasan gayanya bersumber dari tiga bagian penting seperti keluwesan yang terlihat dari pergerakan tangan dan gegirahan, kekuatan yang ditekankan pada kaki, dan ketegasan atau kejelasan gerakan yang ditunjukkan oleh badan dan kepala. Gerakan spesifik yang menjadi karakteristik gayanya antara lain agem dasar, tayog ngambul, angsel kado, dan ngenjet/ngigelan kumis. 1
Busana
Tata busana Tari Jauk Keras sama seperti tata busana Tari Jauk Manis, hanya saja yang membedakan adalah penggunaan tapel (topeng) berwarna merah kecoklatan untuk menggambarkan sifat keras dan raksasa. Komponen-komponen busana (kostum) yang digunakan meliputi: 1
Tapel: Topeng berwarna merah kecoklatan yang menggambarkan wajah seram, mulut menganga, dan dilengkapi rambut gimbrang serta kuku panjang. Gelungan: Mahkota atau hiasan kepala. Sumpang: Hiasan telinga. Badong: Hiasan leher. Awiran: Hiasan yang menjuntai. Angkep Pala: Penutup atau hiasan pada paha bagian atas (disebut juga angkep paha). Lamak: Kain panjang hiasan yang menjuntai di bagian depan tubuh. Seselit/Keris: Senjata tradisional (keris) yang diselipkan di bagian belakang. Semayut: Hiasan tambahan pada pinggang atau tubuh. Baju: Pakaian atasan. Kamen Putih: Kain bawahan berwarna putih. Celana Panjang Putih: Celana yang dipakai di bagian dalam. Sabuk Penekek: Sabuk pengikat pinggang. Gelangkana: Gelang atau hiasan pada pergelangan kaki. Stewel: Hiasan atau perlindungan pada kaki (semacam pelindung betis atau sepatu). Secara keseluruhan, busana ini melengkapi penggambaran sosok raksasa yang gagah, berwibawa, dan agung. 1
Kekuatan otot penari
Gerakan Tari Jauk Keras yang cenderung agresif sangat mengandalkan kekuatan otot tangan, terutama otot tangan kanan, yang dilaporkan memiliki rata-rata kekuatan lebih tinggi. Tarian ini banyak melibatkan gerakan fundamental seperti Ngeseh, Ulap-ulap, Agem, dan khususnya Ngejerang Lima (menggetarkan jari-jari tangan, atau gegirahan). Karena gerakan-gerakan dasar ini dilakukan secara berkelanjutan sepanjang pertunjukan, otot-otot tangan kanan penari mengalami kontraksi terus-menerus, yang pada akhirnya dapat meningkatkan massa otot pada tangan kanan sang penari. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Jauk Keras”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Jauk Keras is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2