Tari Liaban, disebut juga tari tamping, adalah tarian khas suku Tidung di Kalimantan Utara. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat Tidung yang mayoritas petani, dengan liaban atau tampi penampi padi sebagai properti.
No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Tari Liaban, disebut juga tari tamping, adalah tarian khas suku Tidung di Kalimantan Utara. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat Tidung yang mayoritas petani, dengan liaban atau tampi penampi padi sebagai properti. Tari ini dibawakan oleh Sanggar Busak Malay di Desa Sei Fatimah, Nunukan, dengan kostum hitam dan merah. Iringannya memakai gambus, kulintang, gitar listrik, dan gong. Menurut seorang penari senior sanggar, tarian suku Tidung ini aslinya adalah zapin yang dikreasikan agar diterima oleh masyarakat luas. Suku Tidung merupakan suku yang mendiami wilayah Kalimantan Utara. Suku ini disebut sebagai suku asli Kalimantan dan masih menjadi bagian dari suku Dayak. Merujuk pada buku Pakaian Adat Sebagai Identitas Etnis, suku Tidung lebih dikenal sebagai suku Dayak yang telah beragama Islam. Pada Oktober 2025, sanggar tersebut menyajikan tari tepung tawar sebagai pembuka reses para anggota DPRD Nunukan, di tengah penyematan singal oleh tokoh adat sebagai penghormatan. 1
Lihat pula
Tari Tarek Pukat 1
= =Pranala luar =
Profil Suku Tidung yang Baju Adatnya Tampil di Uang Rp 75.000, detik.com 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Liaban”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Liaban is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2