The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Motaro adalah tarian khas Suku Bare'e yang paling anggun dari daerah Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Una-Una yang sejak dahulu sampai sekarang tetap dijaga keberadaanya dengan ditarikan pada acara penjemputan tamu khusus. Tarian Motaro semuanya ditampilkan oleh hanya penari wanita saja, baik menari sendiri, atau dalam satu baris atau dua penari saling berlawanan arah pandangan, di mana penari wanita ditangan kirinya memegang daun soi dan ditangan kanannya memegang Tombak, Pedang, Peda (parang), atau juga Penai yaitu penai senjata khas berupa pedang yang berasal dari Suku Bare'e yang tinggal di wilayah To Lalaeyo. Tari Motaro dahulunya ditarikan untuk menyambut para pahlawan yang baru kembali dari medan perang sebagai rasa syukur atas kemenangan dan kembalinya para pahlawan tersebut sepulang dari Ngayau (Mengayau) atau dari medan perang. Tarian Motaro didahului dengan tabuhan ganda (gendang) yang khas. 1
Cara Menari
Tarian Motaro didahului dengan tabuhan ganda (gendang) yang khas dan Tarian ini selalu ditampilkan oleh penari wanita, baik menari sendiri, atau dalam satu baris atau dua penari saling berlawanan arah pandangan, di mana penari wanita ditangan kirinya memegang daun soi dan ditangan kanannya memegang Tombak, Pedang, Peda (parang), atau juga Penai yaitu penai senjata khas berupa pedang yang berasal dari Suku Bare'e yang tinggal di wilayah To Lalaeyo. Cara menari Tarian Motaro pada umumnya yaitu dengan Penyesuaian cepat yang dilakukan ke depan dan ke belakang dengan tekukan tubuh, dan gerakan lengan yang serupa sedikit direntangkan ke depan. Selama belokan jalanan di sekitar tirai gorden, yang harus berjumlah tujuh, setiap gadis memiliki daun soi di tangannya, yang digunakan untuk memukul pendahulunya. Ketika belokan yang ditentukan telah selesai, gadis-gadis itu memasuki tirai gorden. 1
Gerakan Tari
Adapun gerak tari Motaro terdiri dari 8 gerak, yaitu: 1
1. Gerak Singkua
Gerakan ini, penari menyilang kedua telapak tangan dari bawah ke atas atau saling balas membalas lalu tangan kanan berada di samping sejajar dengan pinggul dan tangan kiri berada di atas sejajar dengan bahu. Kemudian penari berjalan kedepan untuk mengambil posisi lurus dengan kaki kiri menapak di lantai dan kaki kanan dijinjit dengan iringan musik gendang hitungan 2x8. 1
2. Gerak Sori
Dalam gerakan gerak Sori hampir sama seperti gerak Singkua hanya saja tangan kanan dan kiri berada di samping dengan diayun ke atas dan ke bawah sejajar dengan bahu saat ke atas lalu sejajar dengan pinggul ketika dibawah dengan sedikit sentakkan pada telapak tangan. Kemudian kaki pada gerak Sori ini merupakan ciri khas daerah Poso-Tojo yang biasa disebut gerakan double - double satu-satu sebab di sentak dua kali untuk memudahkan penari memutar badannya ke kiri dan kekanan. 1
3. Gerak Maloka
Dalam gerakan ini kedua tangan saling membuka dan menyilang. Pada hitungan ganjil tangan tangan berada di depan wajah seperti membuka dan pada hitungan genap tangan berada dibawah menyilang seperti gerakan memotong yang sejajar dengan perut dengan sedikit menunduk. Gerakan kaki pada gerak ini hampir sama dengan gerakan kaki pada gerak Singkua, di mana saat tangan membuka kaki kanan bergerak ke depan dengan sedikit jinjit dan kaki kiri menapak dibelakang sambil sedikit digeser ke dalam, dan disaat tangan seperti memotong dan agak turun kebawah kaki kanan kebelakang sehingga kaki kiri berada di depan. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Motaro”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Motaro is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2