The tradition & historical record
4 min read · 2 sourcesTari Muli Siger adalah tari kreasi baru dari Lampung yang diciptakan oleh I Wayan Mustika. Tarian ini dikembangkan melalui penelitian terhadap seni pertunjukan masyarakat Lampung dan memperoleh gagasan awal dari tradisi Cangget pada masyarakat Lampung beradat Pepadun. Tema tari menggambarkan gadis-gadis Lampung yang sedang berhias dan mengenakan siger sebagai bagian dari busana serta simbol budaya Lampung. 1
Tari Muli Siger termasuk tari kreasi yang menggunakan unsur-unsur estetika dan tradisi Lampung sebagai sumber penciptaannya. Menurut I Wayan Mustika, tarian ini bukan merupakan tari adat yang berfungsi sebagai bagian utama dari suatu upacara adat, melainkan tari kreasi baru yang terutama berfungsi sebagai pertunjukan estetis dan hiburan. Meskipun demikian, unsur tradisi Lampung tetap menjadi bagian penting dalam gerak, busana, iringan, tema, dan tata penyajiannya. 1
Latar belakang
Tari Muli Siger dikembangkan oleh I Wayan Mustika melalui proses penciptaan tari yang berorientasi pada kehidupan masyarakat Lampung, khususnya masyarakat beradat Pepadun. Buku Tari Kreasi Lampung: Muli Siger dan Kembang Melinting menjelaskan bahwa kedua tari tersebut diciptakan oleh Mustika dan disusun melalui proses penelitian serta pengembangan koreografi. Gagasan awal Tari Muli Siger berkaitan dengan seni Cangget. Dalam masyarakat Lampung beradat Pepadun, Cangget merupakan salah satu bentuk tari tradisional yang berkaitan dengan kegiatan adat, termasuk perkawinan dan pemberian gelar adat. Dalam penjelasan Mustika, Cangget menjadi salah satu sumber gagasan dalam pengembangan tema, gerak, pola lantai, dan tata busana Tari Muli Siger. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi gambaran mengenai gadis-gadis Lampung yang mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan Cangget. Tema tersebut berkaitan dengan gambaran gadis yang berhias, mengenakan busana adat, dan menggunakan siger sebagai mahkota atau perlengkapan kepala yang memiliki kedudukan penting dalam identitas budaya Lampung. 1
Makna nama
Nama Muli Siger terdiri atas dua unsur. Dalam penjelasan mengenai konsep tari, kata muli merujuk pada gadis, sedangkan siger merujuk pada mahkota atau perangkat kepala adat yang menjadi salah satu simbol penting dalam kebudayaan Lampung. Penggunaan kata muli berkaitan dengan tema utama tarian yang menampilkan perempuan muda Lampung. Sementara itu, siger digunakan sebagai elemen visual dan simbolik yang memperkuat tema kehormatan, keindahan, dan identitas budaya Lampung. 1
Siger dalam kebudayaan Lampung
Siger merupakan salah satu simbol budaya yang sangat dikenal di Lampung. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia mencatat Siger Lampung sebagai bagian dari kekayaan intelektual komunal Provinsi Lampung dan menjelaskan bahwa bentuknya yang menyerupai mahkota serta penggunaannya berkaitan dengan kehormatan dan status sosial dalam masyarakat. Dalam Tari Muli Siger, siger tidak hanya digunakan sebagai perlengkapan busana, tetapi menjadi unsur penting dalam konsep koreografi. Gerakan yang berkaitan dengan simbol siger menjadi salah satu ciri penting dalam tarian. 1
Tema dan konsep koreografi
Tema Tari Muli Siger berpusat pada gambaran gadis-gadis Lampung yang sedang berhias dengan menggunakan siger. Konsep tersebut berkaitan dengan gambaran Cangget Turun Mandi, yang dalam penjelasan Mustika merupakan konteks ketika para gadis mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan Cangget. Dalam proses penciptaannya, gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam unsur-unsur koreografi, antara lain: 1
gerak tubuh; pola lantai; perpindahan posisi; penggunaan tangan dan kaki; gerak yang menyerupai burung; gerak yang berkaitan dengan siger; tata busana; tata rias; dan iringan musik tradisional Lampung. Koreografi Tari Muli Siger menekankan keluwesan, keseimbangan, keindahan visual, serta keselarasan antara gerak dan iringan. Beberapa gerak mengambil inspirasi dari seni tari Lampung yang telah ada, sedangkan komposisi dan pengembangannya disusun sebagai bentuk koreografi baru. 1
Ragam gerak
Ragam gerak merupakan salah satu unsur utama Tari Muli Siger. Dalam buku I Wayan Mustika, daftar urutan koreografi memuat sejumlah ragam gerak yang berkaitan dengan gerakan berjalan, berhias, gerak menyerupai burung, gerak ukel, membawa siger, gerak duduk, gerak berputar, hingga pembentukan formasi siger. Bagian deskripsi koreografi dalam buku tersebut memberikan uraian rinci mengenai 27 ragam gerak. Sementara itu, daftar urutan pada bagian sebelumnya memuat perkembangan urutan yang lebih panjang hingga 38 bagian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa dokumentasi koreografi yang diterbitkan dalam buku memuat lebih dari satu tingkat penyebutan atau pengurutan gerak; karena itu, angka tersebut perlu dibaca berdasarkan bagian sumber yang digunakan dan tidak secara otomatis dianggap sebagai jumlah mutlak seluruh gerakan yang selalu digunakan dalam setiap pementasan. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari muli siger”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari muli siger is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2