The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Pagar Pengantin adalah tari tradisonal yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Tari Pagar Pengantin biasanya ditampilkan pada acara resepsi pernikahan adat Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya. Tari Pagar Pengantin memiliki arti filosofis yang bermakna perpisahan pengantin perempuan kepada keluarganya yang lama dan memohon izin untuk membentuk keluarga yang baru. Tari Pagar Pengantin juga mempunyai fungsi sebagai tari penyambutan kepada seluruh tamu undangan yang hadir pada resepsi pernikahan tersebut. Tarian ini biasanya ditarikan oleh lima orang penari perempuan termasuk sang pengantin. Keunikan pada tari ini adalah penari utamanya adalah sang pengantin wanita dan diiringi oleh empat orang penari lain sebagai dayang yang mengelilingi penari utama. Saat menari, mempelai wanita akan menari di dalam lingkaran atau nampan emas yang disebut dengan talam dengan menggunakan tanggai atau kuku palsu yang terbuat dari emas di delapan jemari pengantin wanita. 1
Sejarah Tari Pagar Pengantin
Tari Pagar Pengantin awalnya disusun oleh Hj. Sukainah A. Rojak pada tahun 1960-an. Ia merupakan salah seorang penari terkenal di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Hj. Sukainah A. Rojak juga merupakan penari pertama yang menarikan Tari Gending Sriwijaya. Pada perkembangannya Tari Pagar Pengantin berkembang baik terutama di kota Palembang sebagai tari pembuka pada saat upacara resepsi pernikahan adat Palembang. 1
Ragam gerak tari
Tari Pagar Pengantin dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu: 1
Bagian awal
Di bagian awal dari Tari Pagar Pengantin dimulai dengan masuknya para dayang (penari pengiring) ke panggung, dua orang di antara para dayang masuk dengan membawa talam/dulang agung keemasan, dulang agung keemasan melambangkan ruang gerak istri yang sudah terbatas atau tidak sebebas saat dia masih lajang juga melambangkan bahwa tindakan-tindakan pengantin perempuan harus memperhatikan dampak terhadap keluarga barunya. Lalu penari melakukan gerak menghormat kepada tamu undangan kemudian penari menuju pelaminan untuk menjemput kedua pasang pengantin. Pengantin perempuan lalu berdiri diatas talam/dulang emas dan dua orang dayang mulai memasangkan tanggai (kuku emas) di jari jemari pengantin wanita, tanggai (kuku emas) melambang sifat atau cara seorang istri membawa diri untuk bertutur kata yang lembut dan anggun terhadap suaminya. Setelah itu pengantin perempuan menari sembari ditaburkan beras kunyit, beras kunyit melambangkan bahwa mempelai perempuan siap untuk melepas masa lajangnya dan hanya diperbolehkan menari jika di izinkan suaminya. Pengantin pria hanya berdiri di samping belakang pengantin perempuan melambangkan mempelai perempuan merupakan tanggung jawab mempelai pria sebagai suaminya kelak yang wajib dinafkahi dan dijaga serta dilindungi jiwa raganya. 1
Bagian pokok
Bagian pokok dari tarian ini dimulai ketika pengantin wanita sudah dipakaikan tanggai dan mulai melakukan koreografi. Gerakan pokok ini terdiri dari: 1
Gerak Hormat (Umum) Gerak borobudur Gerak Sisir Gerak Ulur Benang Gerak sembah duduk Gerak Tabur Bunga Gerak Tafakur Gerak rebah kayu Gerak kecubung Gerak Elang Terbang Gerak kenange Gerak Sembah Penutup 1
Bagian penutup
Bagian penutup dimulai ketika pengantin wanita selesai memberi gerakan penghormatan, lalu tanggai di lepaskan dari jari jemari pengantin wanita. Kemudian kedua mempelai diantar kembali oleh para dayang ke pelaminan. Kemudian para dayang melakukan penghormatan terakhir kepada tamu undangan lalu keluar pentas sambil membawa talam/dulang emas. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Pagar Pengantin”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Pagar Pengantin is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2