Tari Pego Bulaeng adalah tari kreasi ciptaan Mahmud, seorang guru SD di desa Alas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada tahun 1972. Pada tahun berikutnya, tari ini ditampilkan pada Pekan Seni Budaya di Kecamatan Empang.
Tari ini mengambarkan pemakaian pego atau cawan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Sumbawa, yaitu untuk belawar (membasuh kepala bayi, tempat bedak, loto (tempat beras) dalam acara khitanan, penyambutan tamu atau upacara mengunting rambut.
Tari ini dibawakan oleh empat atau lebih penari dengan lagu irama pakanjaran. Penari memakai lamung pene, kere alang dan perhiasan kemang kenetek, bengkar, tonang beranak dan posto. Penari juga memakai sanggul disebut punyung lakang. Tari ini ditunjukkan sebagai hiburan dan berlangsung selama 8 menit.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Pego Bulaeng”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Tari Pego Bulaeng is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 1