Family unrecorded

Tari penguton

Indonesia

Tari Penguton adalah khas dari daerah Ogan Komering Ilir (OKI) di namakan tari sekapur sirih yang berasal dari provinsi sumatera selatan. Pengunton berasal dari bahasa Kayuagung “Uton”, berarti penyambutan.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Tari penguton+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Tari penguton

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Tari Penguton adalah khas dari daerah Ogan Komering Ilir (OKI) di namakan tari sekapur sirih yang berasal dari provinsi sumatera selatan.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Latar Belakangtarian ini lahir pada tahun 1889 dan pada tahun 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri.
GerakanAdapun gerakan dan sikap yang akan dilakukan penari pengunton adalah sebagai berikut:
Common Questions Answered on Record
What is Tari penguton in plain words?

Tari Penguton adalah khas dari daerah Ogan Komering Ilir (OKI) di namakan tari sekapur sirih yang berasal dari provinsi sumatera selatan.

Where is Tari penguton practised or documented?

Sources on this page place Tari penguton in Indonesia.

What is the current condition of Tari penguton today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Tari penguton entry?

Cite as: "Tari penguton." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tari-penguton, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Tari Penguton adalah khas dari daerah Ogan Komering Ilir (OKI) di namakan tari sekapur sirih yang berasal dari provinsi sumatera selatan. Pengunton berasal dari bahasa Kayuagung “Uton”, berarti penyambutan. Sejak abad XVIII Tari penguton sudah lahir. Di masa itu tari ini hanya berupa gerakan yang memiliki makna dengan komposisi sederhana sesuai kemampuan manusia yang dalam peradaban pada masa itu. Instrumen yang dipakai untuk mengiringi tari penguton ini hanya berupa tempurung kelapa dan kentong kayu.Bahannya berasal dari alam serta penggunaanya dengan cara ditabuh yang secara umum digunakan untuk panggilan azan di masjid dan dipakai sebagai alat pemberitahuan bahwa ada yang meninggal pada masa itu. benda itu disebut kelubkub oleh orang kayuagung. Penari dalam tarian ini berjumlah 9 orang perempuan. arti dalam 9 penari menggambarkan pada masa itu daerah ini terdiri dari 9 Dusun/Marga yang dipimpin oleh seorang Depati yang sangat identik dengan sebutan morge siwe. 1

Latar Belakang

tarian ini lahir pada tahun 1889 dan pada tahun 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri. Tari penguton ini digunakan sebagai tari penyambut tamu, dan juga tari ini sebagai pengungkapan isi hati masyarakat sebagai tatanan kehidupan mereka. Pendukung tari penguton memiliki kesakralan yang sehingga masyarakat umum tidak semua yang bisa melihat tarian tersebut. Tarian ini disempurnakan untuk penyambutan kedatangan Gubernur Jendral Hindia Belanda Gouverneur General Limberg Van Stirem Bets. Sejak itu tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih khas dari Kayuagung 1

Gerakan

Adapun gerakan dan sikap yang akan dilakukan penari pengunton adalah sebagai berikut: 1

Gerakan Ngotik (ketikan), yaitu jari tengah ditemukan, secara bersama-sama dilentikkan ke luar dengan melepaskan tenaga pada ujung jari. Menghasta yaitu menggerakkan tangan lurus ke depan selebar badan, tangan kanan ditekuk ±70º tangan kiri dilipat sebatas siku tangan kanan, jari ketikan. Gerakan ini dilakukan ke kiri dan ke kanan. Nyumping yaitu tangan berada di samping telinga, kedua pergelangan tangan diputar kedalam dan keluar, jari ketikan, lalu diturunkan tangan di samping pinggang dan jari tangan lepas. Sembah yaitu mempertemukan kedua belah tangan di depan dada, lalu turunkan sebatas perut dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri, dua jari ketikan berlawanan. Kecubung yaitu tangan kiri ditekuk ±70º ke samping kiri, tangan kanan disisipkan dibawah siku tangan kiri jari-jari dikuncupkan. Gerak ini dilakukan bergantian kekiri dan kekanan. Kenange yaitu posisi tangan kanan diagonal sebatas kepala, sedangkan tangan kiri ditekuk sebatas telinga, jari-jari diketikan. Gerakan ini dilakukan berganti-ganti ke kiri dan kanan. Konoy mahabo yaitu kedua tangan disilangkan di depan sebatas pinggang, kemudian direntangkan kesamping dan ayunkan naik turun seperti gerakan terbang. Seluang mayok yaitu kedua belah tangan ditekuk ±70º, dibawah kesamping kiri pelan-pelan jari digetarkan dan diakhiri dengan ketikan. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari penguton”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Tari penguton is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Tari penguton · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.