The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Penguton adalah khas dari daerah Ogan Komering Ilir (OKI) di namakan tari sekapur sirih yang berasal dari provinsi sumatera selatan. Pengunton berasal dari bahasa Kayuagung “Uton”, berarti penyambutan. Sejak abad XVIII Tari penguton sudah lahir. Di masa itu tari ini hanya berupa gerakan yang memiliki makna dengan komposisi sederhana sesuai kemampuan manusia yang dalam peradaban pada masa itu. Instrumen yang dipakai untuk mengiringi tari penguton ini hanya berupa tempurung kelapa dan kentong kayu.Bahannya berasal dari alam serta penggunaanya dengan cara ditabuh yang secara umum digunakan untuk panggilan azan di masjid dan dipakai sebagai alat pemberitahuan bahwa ada yang meninggal pada masa itu. benda itu disebut kelubkub oleh orang kayuagung. Penari dalam tarian ini berjumlah 9 orang perempuan. arti dalam 9 penari menggambarkan pada masa itu daerah ini terdiri dari 9 Dusun/Marga yang dipimpin oleh seorang Depati yang sangat identik dengan sebutan morge siwe. 1
Latar Belakang
tarian ini lahir pada tahun 1889 dan pada tahun 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri. Tari penguton ini digunakan sebagai tari penyambut tamu, dan juga tari ini sebagai pengungkapan isi hati masyarakat sebagai tatanan kehidupan mereka. Pendukung tari penguton memiliki kesakralan yang sehingga masyarakat umum tidak semua yang bisa melihat tarian tersebut. Tarian ini disempurnakan untuk penyambutan kedatangan Gubernur Jendral Hindia Belanda Gouverneur General Limberg Van Stirem Bets. Sejak itu tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih khas dari Kayuagung 1
Gerakan
Adapun gerakan dan sikap yang akan dilakukan penari pengunton adalah sebagai berikut: 1
Gerakan Ngotik (ketikan), yaitu jari tengah ditemukan, secara bersama-sama dilentikkan ke luar dengan melepaskan tenaga pada ujung jari. Menghasta yaitu menggerakkan tangan lurus ke depan selebar badan, tangan kanan ditekuk ±70º tangan kiri dilipat sebatas siku tangan kanan, jari ketikan. Gerakan ini dilakukan ke kiri dan ke kanan. Nyumping yaitu tangan berada di samping telinga, kedua pergelangan tangan diputar kedalam dan keluar, jari ketikan, lalu diturunkan tangan di samping pinggang dan jari tangan lepas. Sembah yaitu mempertemukan kedua belah tangan di depan dada, lalu turunkan sebatas perut dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri, dua jari ketikan berlawanan. Kecubung yaitu tangan kiri ditekuk ±70º ke samping kiri, tangan kanan disisipkan dibawah siku tangan kiri jari-jari dikuncupkan. Gerak ini dilakukan bergantian kekiri dan kekanan. Kenange yaitu posisi tangan kanan diagonal sebatas kepala, sedangkan tangan kiri ditekuk sebatas telinga, jari-jari diketikan. Gerakan ini dilakukan berganti-ganti ke kiri dan kanan. Konoy mahabo yaitu kedua tangan disilangkan di depan sebatas pinggang, kemudian direntangkan kesamping dan ayunkan naik turun seperti gerakan terbang. Seluang mayok yaitu kedua belah tangan ditekuk ±70º, dibawah kesamping kiri pelan-pelan jari digetarkan dan diakhiri dengan ketikan. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari penguton”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari penguton is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2