The tradition & historical record
2 min read · 2 sourcesTari Rejang Gede merupakan salah satu tarian sakral dari Bali yang berfungsi sebagai persembahan rasa syukur kepada Tuhan serta menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ritual keagamaan. Dalam bahasa Bali, kata. Dalam bahasa Bali, kata "rejang" berarti besar atau agung. Dengan demikian, Rejang Gede dapat dimaknai sebagai taruan besaruntuk menyambut kehairan para dewa dalam upacata keagamaan. Tari ini biasanya dibawakan oleh para penari perempuan dengan busana adat berwarna putuh dan hiasan kepala bunga-bungaan yang melambangkan kesucian serta keindahaan batin. Gerakannya lembut, teratyr dan dilakukan secara berkelompok, mencerminkan nilai kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Bali dalam berbhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui Tari rehang gede, masayarakat bali menegaskan hubungan spiritual yang erat antara manusia dan Tuhan di mana seni menjadi media penghubung antara dunia sekala (nyata) dan niskakala (spiritual). 1
Asal usul
Tari Renjang Gede memiliki akar sejarah yang kuat dalam sistem keagamaan dan adat istiadat masyarakat Bali kuno. Tarian ini diyakini telah ada sejak masa berkembangnya kerajaan-kerjaan Hindu di Bali, seperti diawal Jejak keberadaannya ditemukan di beberapa daerah di Bali, seperti di bangli, kaangasem dan Tabanan yang memiliki varian gerak dan tata busana berbeda sesuai dengan adat setempat. tarian ini dilakukan dengan tujuan utamanya sebagai salah satu kegiatan upacara di pura yang menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Pada awalnya, Rejang Gede muncul sebagai bagian dari tradisi persembahan yang dilakukan oleh perempuan desa untuk menyucikan area upacara sebelum prosesi utama dimulai. Para penari dianggap sebagai perwujudan bidadari atau dayang-dayang dari kahyangan yang turun ke bumi untuk menuntun umat dalam menyambut kehadiran para dewa. 1
Makna artistik
Selain memiliki fungsi ritual, kemunculan tarian ini jyga mencerminkan hubungan erat antara sistem kepercayaan dan struktur sosial masyarakat Bali. Melalui tarian Rehang Gede, masayarakat menunjukkan rasa bakti sekaligus kesetiaan pada tradisi leluhur yang diwariskan secara turun temurun karena bersifat sakral, tarian ini tidak bisa dilakukan semabarangan; hanya perempuan yang telah melalui proses penyucian dan mendapatkan izin adat yang diperbolehkan menari. Namun, esensi tarian ini tetap sama, yakni sebagai simbol penyucian dan penghormatan ke kekuatan suci alam semesta. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Renjang Gede”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Renjang Gede is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2