Salawaku merupakan tarian yang berasal dari daerah Mimika, provinsi Papua Tengah. Tarian ini dibawakan oleh berpuluh-puluh penari pria dan wanita. Tari Salawaku menggambarkan sepasang pria dan wanita yang dalam suatu perjalanan yang dikejar-kejar oleh sekelompok manusia. Pada proses melarikan diri ini akhirnya keduanya terpaksa berhenti karena terhalang oleh sebatang sungai yang bernama sungai Mika. Sang pria tersebut mendesak wanita yang merupakan pacarnya untuk menyeberang. Namun, wanita tersebut menolak sebab takut, karena sungai Mika sangat berbahaya. Akhirnya, maka terjadilah pertengkaran antara keduanya yang menyebabkan wanita itu kemarahannya memuncak, kemudian membacok lelaki yang merupakan pacarnya itu dengan menggunakan sebilah parang sampai ia pingsan. Para penari mengenakan rumbai-rurnbai sebagai penutup pada badan bagian bawah dan mengenakan hiasan-hiasan dada dan kepala. Selain itu, para penari membawa busur dan beberapa anak panah, ada pula yang membawa parang yang iringannya terdiri dari suara anak panah yang ditarik-tarik.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Salawaku”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Tari Salawaku is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1