The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesTari Sembah Batin adalah tari penyambutan yang berkembang di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Tari ini diciptakan oleh Nyoman Mulyawan, M.Sn. pada tahun 2010 dan dikembangkan dengan mengambil inspirasi dari tradisi seni masyarakat Saibatin di Lampung Barat. Pada awal penciptaannya, tari ini dikembangkan sebagai tari kolosal untuk penyambutan dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diselenggarakan di Lampung Barat. Nama Sembah Batin berasal dari penggabungan unsur Tari Sembah atau Sigeh Penguten dengan Tari Batin yang berkembang di Lampung Barat. Dalam penyajiannya, Tari Sembah Batin berfungsi sebagai tari penyambutan dan penghormatan kepada tamu. Ciri pertunjukannya antara lain penggunaan pahar yang dibawa oleh penari, serta kehadiran tokoh Ratu yang membawa atau menyuguhkan sekapur sirih dengan pengawalan payung agung dalam konteks adat Saibatin. 1
Penciptaan
Tari Sembah Batin diciptakan pada tahun 2010 oleh Nyoman Mulyawan, M.Sn. di Lampung Barat. Penciptaan tari tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan MTQ di Lampung Barat dan kebutuhan akan pertunjukan penyambutan dalam kegiatan tersebut. Pada bentuk awalnya, Tari Sembah Batin merupakan tari kolosal yang melibatkan sekitar 35 penari. Tari tersebut kemudian dikembangkan dengan mengambil unsur dan inspirasi dari tradisi seni pertunjukan masyarakat Saibatin di Lampung Barat. Nama Sembah Batin merujuk pada penggabungan dua sumber gagasan, yaitu Tari Sembah atau Sigeh Penguten dan Tari Batin. Penggabungan tersebut menjadi dasar pembentukan identitas pertunjukan yang kemudian dikenal sebagai Tari Sembah Batin. Dengan latar penciptaan tersebut, Tari Sembah Batin merupakan tari kreasi yang dikembangkan pada masa kontemporer dengan menggunakan unsur tradisi lokal Lampung Barat. Penyebutannya sebagai tari kreasi penting untuk membedakannya dari tari tradisional yang diwariskan dalam bentuk yang sama secara turun-temurun. 1
Fungsi
Tari Sembah Batin berfungsi sebagai tari penyambutan dan penghormatan kepada tamu. Pertunjukan tari ini berkaitan dengan tata penyambutan masyarakat Saibatin di Lampung Barat, terutama melalui penyajian sekapur sirih sebagai bagian dari pertunjukan. Salah satu ciri yang membedakan Tari Sembah Batin adalah keberadaan tokoh Ratu yang membawa atau menyuguhkan sekapur sirih. Tokoh tersebut dikawal dengan payung agung yang berkaitan dengan simbol dan tata pertunjukan adat Saibatin. Penggunaan Tari Sembah Batin dalam kegiatan publik di Lampung Barat juga tercatat dalam kegiatan pemerintahan. Pada Maret 2022, pertunjukan Tari Sembah Batin dari Sanggar Seni Setiwang digunakan dalam kegiatan yang diselenggarakan di Lampung Barat. 1
Penari dan peran
Tari Sembah Batin melibatkan beberapa peran dalam pertunjukannya. Dokumentasi dan penelitian mengenai perkembangan tari ini menunjukkan keberadaan kelompok penari, Muli Batin, dan pengawal. Pembagian peran tersebut menjadi bagian dari perkembangan bentuk Tari Sembah Batin. Perubahan dalam penyajian dapat terjadi pada karakter gerak, kostum, properti, maupun pola lantai sesuai dengan kebutuhan pertunjukan. 1
Properti
Properti yang digunakan dalam Tari Sembah Batin antara lain pahar, payung agung, tombak, dan pedang. Pahar merupakan salah satu ciri yang disebutkan dalam kajian pembelajaran Tari Sembah Batin. Dalam penyajian tertentu, tokoh Ratu membawa atau menyuguhkan sekapur sirih dan dikawal menggunakan payung agung. Penggunaan properti mengalami perkembangan seiring perubahan bentuk pertunjukan. Penelitian mengenai Tari Sembah Batin mencatat adanya penyesuaian penggunaan tombak, pedang, dan payung agung pada penyajian yang berkembang setelah pergantian kepengurusan di Sanggar Seni Setiwang. 1
Kostum
Kostum merupakan salah satu unsur pertunjukan yang mengalami perkembangan. Penelitian Cindy Adella mencatat adanya perubahan pada kostum tokoh dayang, antara lain pada tingkat keterbukaan bagian tubuh dan bentuk penyajiannya. Perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan bentuk Tari Sembah Batin dan menunjukkan adanya penyesuaian artistik dalam penyajiannya. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Sembah Batin”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Sembah Batin is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2