Family unrecorded

Tari Silampari Kahyangan Tinggi

Indonesia

Tari Silampari Kahyangan Tinggi atau Tari Sambut Silampari adalah sebuah tarian yang sudah dikenal sejak tahun 1941, bersamaan dengan pembangunan sebuah Watervang (bendungan) buatan kolonial Belanda di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Tari Silampari Kahyangan Tinggi+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Tari Silampari Kahyangan Tinggi

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Tari Silampari Kahyangan Tinggi atau Tari Sambut Silampari adalah sebuah tarian yang sudah dikenal sejak tahun 1941, bersamaan dengan pembangunan sebuah Watervang (bendungan) buatan kolonial Belanda di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Pranala luarRekonstruksi Tari Sambut Silampari DI Kabupaten Musi Rawas
Common Questions Answered on Record
What is Tari Silampari Kahyangan Tinggi in plain words?

Tari Silampari Kahyangan Tinggi atau Tari Sambut Silampari adalah sebuah tarian yang sudah dikenal sejak tahun 1941, bersamaan dengan pembangunan sebuah Watervang (bendungan) buatan kolonial Belanda di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Where is Tari Silampari Kahyangan Tinggi practised or documented?

Sources on this page place Tari Silampari Kahyangan Tinggi in Indonesia.

What is the current condition of Tari Silampari Kahyangan Tinggi today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Tari Silampari Kahyangan Tinggi entry?

Cite as: "Tari Silampari Kahyangan Tinggi." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tari-silampari-kahyangan-tinggi, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Tari Silampari Kahyangan Tinggi atau Tari Sambut Silampari adalah sebuah tarian yang sudah dikenal sejak tahun 1941, bersamaan dengan pembangunan sebuah Watervang (bendungan) buatan kolonial Belanda di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Silampari berasal dari bahasa Palembang, Silam yang berarti “hilang” dan pari yang berarti “peri”; Kahyangan berarti “udara atau langit”; dan Tinggi berarti “tinggi”. Penjelasannya bahwa tari Silampari Kahyangan Tinggi adalah tarian yang terinspirasi dari cerita rakyat Dayang Torek dan Bujang Penulup. Tarian ini bercerita tentang seorang perempuan yang menjadi peri dan menghilang (silam), sehingga disebut Silampari (peri atau bidadari yang menghilang). Untuk tarian ini, Kota Lubuklinggau mengambil cerita Dayang Torek; dan Kabupaten Musi Rawas mengambil sumber Cerita Bujang Penulup. Cerita tarian ini mirip dengan cerita Jaka Tarub, bedanya hanya dalam penyimpanan selendangnya. Jika dalam cerita Jaka Tarub, selendang disimpan di dalam lumbung padi, sedangkan dalam cerita tari Silampari Kahyangan Tinggi diletakkan di dalam tanah dapo (dapur). Setelah beberapa kali peri membujuk suaminya, akhirnya suaminya mau memberikan selendangnya kepada peri, sesaat kemudian peri menari terus-menerus di depan suami dan anaknya. Selama menari sang peri mencium anaknya terus menerus hingga badannya naik ke atas, semakin tinggi dan akhirnya menghilang. Inilah asal mula tarian ini diberi nama tari Silampari Kahyangan Tinggi. 1

Pranala luar

Rekonstruksi Tari Sambut Silampari DI Kabupaten Musi Rawas 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Silampari Kahyangan Tinggi”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Tari Silampari Kahyangan Tinggi is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.