Tari Silo Laut Danum atau Tari Dewi Air (Laut) merupakan tarian adat Suku Dayak Kinarum, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Tarian Silo Laut Danum ini menceritakan tentang para bidadari (dewi) air yang turun dari kayangan dan sedang bergembira di pusat air. Tarian ini biasanya ditarikan oleh 4 orang gadis remaja dan merupakan tarian yang melambangkan kemakmuran di daerah tempat tinggal mereka.
Menurut Adat Suku Dayak Kinarum, jika Tari Silo Laut Danum dipertunjukkan di luar upacara adat, maka pihak tersebut harus membayar sejumlah denda sebanyak 12 rial kepada kampung dan diserahkan kepada kepala adat. Pertunjukan Tari Silo Laut Danum ini biasanya diiringi oleh lagu Batang Lawai dan permainan alat musik tradisional dari Provinsi Kalimantan Tengah, seperti kangkanong, babun, dan agung.
Tari Silo Laut Danum diawali oleh 4 gadis penari yang berdiri berjajar menunggu alunan musik dari kangkanong. Saat pukulan kangkanong yang keempat terdengar, semua penari berjongkok mengambil gantor dan giring-giring (alat yang digunakan dalam Tari Silo Laut Danum) yang telah disiapkan. Setelah gantor dan giring-giring diambil, para penari memberi hormat dan membunyikan giring-giring. Caranya adalah dengan mengguncang-guncangkan alat tersebut. Selanjutnya, lagu Batang Lawai dimainkan.
Gerakan Tari Silo Laut Danum ini menyerupai langkah Tari Serampang Dua Belas.
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Silo Laut Danum”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence.
Tari Silo Laut Danum is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 1
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 1