Tari Tanak Juran adalah tarian tradisional yang menjadi bagian ritual upacara adat kebesaran Istana Kesultanan Sumbawa. Tarian ini lahir bersamaan dengan berdirinya Kesultanan Sumbawa sekitar tahun 1648, dan penciptanya tidak dikenal karena sifatnya yang ritual. Biasanya dipentaskan pada malam hari selama tujuh malam berturut-turut, menyesuaikan pelaksanaan upacara kebesaran. Penarinya terdiri dari Tau Metak, Tau Nti Pagala, Tau Bagero Saketa, serta pengikut yang disebut Tau Basarembang. Menurut sumber lain, tarian ini dipersembahkan para tau juran (rakyat biasa) kepada Sultan Sumbawa saat beliau berkunjung. Tarian ini tergolong tari Samawa (tarian khas Sumbawa). Para penari mengenakan pakaian adat khas Sumbawa, dan tarian ini menampilkan kekayaan budaya Tau Samawa. Seiring dengan waktu, tarian ini ditampilkan untuk menghormati tamu penting yang datang berkunjung ke Pulau Sumbawa. Tarian Tanak Juran melibatkan berbagai kelompok masyarakat, dari penari hingga pengiring untuk menampilkan betapa kayanya budaya Tau Samawa (rakyat Sumbawa). 1
Lihat pula
Tari Tarek Pukat 1
= =Pranala luar =
Mengenal Tari Tanak Juran, Tarian Tradisional Kesultanan Sumbawa, detik.com 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Tanak Juran”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Tanak Juran is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2