Tari Walijamaliha adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Banten, Indonesia.
01 · What it is
Living Tradition
Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.
02 · Where & name
Indonesia
Placed on record in Indonesia.
03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)
Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
04 · Proof & reuse
2 cited sources
Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.
Chapter Takeaways
Etimologi dan MaknaNama Walijamaliha diyakini berasal dari dua unsur kata, yakni "wali", yang merujuk pada para tokoh penyebar agama Islam di Nusantara, serta "jamaliha", yang berakar dari kata jamal dalam bahasa Arab yang berarti…
Ciri KhasTari Walijamaliha ditandai oleh gerakan yang lembut, gemulai, dan penuh ekspresi.
Fungsi dan Konteks PertunjukanTari Walijamaliha umumnya dipertunjukkan dalam berbagai perayaan keagamaan, seperti Maulid Nabi, Isra Mi'raj, serta dalam acara khitanan, pernikahan, atau kegiatan budaya daerah.
PelestarianSebagai bagian dari warisan budaya takbenda, Tari Walijamaliha terus dilestarikan oleh berbagai sanggar seni di Banten dan komunitas budaya lokal.
Common Questions Answered on Record
What is Tari Walijamaliha in plain words?
Tari Walijamaliha adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Banten, Indonesia.
Where is Tari Walijamaliha practised or documented?
Sources on this page place Tari Walijamaliha in Indonesia.
What is the current condition of Tari Walijamaliha today?
□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
How do I cite or share this Tari Walijamaliha entry?
Cite as: "Tari Walijamaliha." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tari-walijamaliha, text CC BY-SA, with attribution.
Tari Walijamaliha adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Banten, Indonesia. Tarian ini merupakan representasi nilai-nilai budaya lokal yang dipengaruhi oleh ajaran Islam, serta menjadi bentuk ekspresi seni yang mencerminkan kesantunan, keanggunan, dan spiritualitas. Tari Walijamaliha umumnya dibawakan oleh penari perempuan dan kerap ditampilkan dalam acara-acara keagamaan dan budaya. 1
Etimologi dan Makna
Nama Walijamaliha diyakini berasal dari dua unsur kata, yakni "wali", yang merujuk pada para tokoh penyebar agama Islam di Nusantara, serta "jamaliha", yang berakar dari kata jamal dalam bahasa Arab yang berarti keindahan. Secara keseluruhan, nama ini dapat dimaknai sebagai "keindahan para wali" atau "pesona ajaran para wali", yang mencerminkan nilai dakwah yang disampaikan melalui kelembutan dan keindahan seni. 1
Ciri Khas
Tari Walijamaliha ditandai oleh gerakan yang lembut, gemulai, dan penuh ekspresi. Setiap gerakan mengandung makna simbolis, seperti penghormatan, kerendahan hati, dan kekuatan batin. Para penari biasanya mengenakan busana tradisional yang sopan dan anggun, berhiaskan motif khas Banten dengan warna-warna cerah tetapi tetap menampilkan nuansa kesederhanaan dan religiusitas.
Musik pengiring tari ini menggunakan alat musik tradisional seperti rebana, gambus, dan kadang dilengkapi dengan syair atau tembang bernuansa keislaman, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa daerah. 1
Fungsi dan Konteks Pertunjukan
Tari Walijamaliha umumnya dipertunjukkan dalam berbagai perayaan keagamaan, seperti Maulid Nabi, Isra Mi'raj, serta dalam acara khitanan, pernikahan, atau kegiatan budaya daerah. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai media dakwah, pendidikan nilai, serta pelestarian tradisi spiritual masyarakat Banten. 1
Pelestarian
Sebagai bagian dari warisan budaya takbenda, Tari Walijamaliha terus dilestarikan oleh berbagai sanggar seni di Banten dan komunitas budaya lokal. Pemerintah daerah, melalui dinas kebudayaan, turut mendukung pelestarian tari ini melalui pelatihan, pendokumentasian, serta partisipasi dalam festival seni dan kebudayaan, baik di tingkat regional maupun nasional. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Tari Walijamaliha”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Tari Walijamaliha is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2