Family unrecorded

Tenteng Malino

Indonesia

Tenteng Malino adalah makanan khas Bugis-Makassar yang berasal dari dari Kota Malino, Gowa, Sulawesi Selatan. Bahan dasar dari Makanan ini adalah gula merah dan kacang tanah, sehingga sering disebut Baje Canggoreng.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Tenteng Malino+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Tenteng Malino

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Tenteng Malino adalah makanan khas Bugis-Makassar yang berasal dari dari Kota Malino, Gowa, Sulawesi Selatan.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Pranala luarFoto Tenteng Malino Diarsipkan 2015-04-16 di Wayback Machine
Common Questions Answered on Record
What is Tenteng Malino in plain words?

Tenteng Malino adalah makanan khas Bugis-Makassar yang berasal dari dari Kota Malino, Gowa, Sulawesi Selatan.

Where is Tenteng Malino practised or documented?

Sources on this page place Tenteng Malino in Indonesia.

What is the current condition of Tenteng Malino today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Tenteng Malino entry?

Cite as: "Tenteng Malino." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/tenteng-malino, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

2 min read · 2 sources

Tenteng Malino adalah makanan khas Bugis-Makassar yang berasal dari dari Kota Malino, Gowa, Sulawesi Selatan. Bahan dasar dari Makanan ini adalah gula merah dan kacang tanah, sehingga sering disebut Baje Canggoreng. Aslinya, bentuk kemasan makanan ini berbentuk seperti permen dengan pembungkus dari Kulit jagung. Tapi seiring perkembangan, kemasannya diganti menjadi plastik.Dalam proses pembuatannya, tenteng Malino diolah dengan cara melelehkan gula merah atau gula aren hingga mengental, kemudian dicampur dengan kacang tanah yang telah disangrai dan dikupas kulitnya. Adonan hangat tersebut kemudian dicetak atau dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Selain rasa manis yang pekat dari karamelisasi gula merah, camilan ini memiliki tekstur renyah dan aroma gurih yang khas dari kacang sangrai. Di daerah asalnya, Malino, panganan ini menjadi salah satu buah tangan atau oleh-oleh utama yang paling banyak diburu oleh para wisatawan. Pembuatan makanan ini dimulai dari mencairkan gula merah pada wajan atau panci sampai mengental lalu dicampurkannya kacang tanah ke dalam lumeran gula merah. Diaduk hingga mulai mendingin dan dicetak sesuai ukuran dan dikemas dengan plastik. 1

Pranala luar

Foto Tenteng Malino Diarsipkan 2015-04-16 di Wayback Machine 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Tenteng Malino”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Tenteng Malino is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Tenteng Malino · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.