Uler-Uler (bahasa Jawa: ꦈꦊꦂꦲꦸꦊꦂ) adalah salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Demak tepatnya di Desa Jungsemi.
01 · What it is
Living Tradition
Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.
02 · Where & name
Indonesia
Placed on record in Indonesia.
03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)
Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
04 · Proof & reuse
2 cited sources
Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.
Chapter Takeaways
EtimologiTradisi ini disebut “Uler-Uler” karena di antara makanan yang dijadikan selamatan tersebut berbentuk uler-uler yang terbuat tepung kemudian ditambah parutan kelapa, Selain ada juga warga yang membawa nasi dengan…
Prosesi acaraTradisi uler-uler diadakan setahun sekali yang jatuh pada hari Jumat Wage di bulan Rojab atau bertepatan dengan musim tanam padi.
TujuanTradisi Uler-Uler selain untuk tolak bala, untuk hasil panen supaya meningkat juga untuk selalu rukun satu sama lain dalam rangka membangun desanya, Selain itu pula mengajak bekerja keras utamanya memanfaatkan sektor…
Common Questions Answered on Record
What is Uler-Uler in plain words?
Uler-Uler (bahasa Jawa: ꦈꦊꦂꦲꦸꦊꦂ) adalah salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Demak tepatnya di Desa Jungsemi.
Where is Uler-Uler practised or documented?
Sources on this page place Uler-Uler in Indonesia.
What is the current condition of Uler-Uler today?
□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.
How do I cite or share this Uler-Uler entry?
Cite as: "Uler-Uler." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/uler-uler, text CC BY-SA, with attribution.
Uler-Uler (bahasa Jawa: ꦈꦊꦂꦲꦸꦊꦂ) adalah salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Demak tepatnya di Desa Jungsemi. Tradisi ini berkaitan dengan memetri desa atau selamatan seluruh warga desa dalam rangka menyambut tanam padi. 1
Etimologi
Tradisi ini disebut “Uler-Uler” karena di antara makanan yang dijadikan selamatan tersebut berbentuk uler-uler yang terbuat tepung kemudian ditambah parutan kelapa, Selain ada juga warga yang membawa nasi dengan janganan komplet, juga makanan lainnya. 1
Prosesi acara
Tradisi uler-uler diadakan setahun sekali yang jatuh pada hari Jumat Wage di bulan Rojab atau bertepatan dengan musim tanam padi. Adapun lokasinya adalah di bengkok atau persawahan desa (Lurahan) sehingga pada hari itu seluruh warga desa datang dengan membawa bermacam-macam makanan di antaranya uler-uler. Setelah seluruh warga desa berkumpul mulai acara Uler-uler (Tolak Bala) dilaksanakan dengan acara sambutan kepala desa, doa bersama dipimpin oleh ulama setelah itu kegiatan makan bersama dengan doa bersama tersebut diharapkan hasil pertanian di desa Jungsemi bisa berlimpah atau meningkat dari tahun yang lalu. Selain itu beerbagai macam penyakit yang menyerang tanaman dan juga warga bisa terhindarkan. 1
Tujuan
Tradisi Uler-Uler selain untuk tolak bala, untuk hasil panen supaya meningkat juga untuk selalu rukun satu sama lain dalam rangka membangun desanya, Selain itu pula mengajak bekerja keras utamanya memanfaatkan sektor pertanian dengan sebaik-baiknya. Sehingga hasil pertanian dari waktu ke waktu diharapkan selalu meningkat dan imbasnya akan pula meningkatkan kesejahteraan warga. 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Uler-Uler”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Uler-Uler is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2
The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2